Kapal kargo berangkat dari pelabuhan di China (Foto: Reuters)
Beijing, Jurnas.com - China melakukan penilaian menyeluruh atas putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) terkait tarif, dan mendesak Washington untuk mencabut kebijakan tarif sepihak terhadap para mitra dagangnya. Beijing juga memperingatkan bahwa pertikaian antara kedua negara bersifat merugikan.
Pernyataan Kementerian Perdagangan China pada Senin (23/2) itu disampaikan beberapa hari setelah Donald Trump menerima kekalahan besar di Mahkamah Agung AS, yang membatalkan banyak tarif yang digunakan dalam perang dagang global, termasuk sejumlah tarif terhadap China.
Beberapa jam setelah putusan tersebut, Trump menyatakan akan memberlakukan tarif baru sebesar 10% atas seluruh impor Amerika Serikat mulai Selasa (24/2), sebelum kemudian menaikkannya menjadi 15 persen dalam langkah yang disebut mengejutkan sebagian pejabatnya sendiri.
"Tarif sepihak AS melanggar aturan perdagangan internasional dan hukum domestik AS, serta tidak menguntungkan pihak manapun," demikian pernyataan Kementerian Perdagangan China dikutip dari Reuters.
"Kerja sama antara China dan Amerika Serikat menguntungkan kedua belah pihak, tetapi pertikaian merugikan," kementerian tersebut menambahkan.
Isu perdagangan dan tarif diperkirakan akan mendominasi agenda China dan Amerika Serikat menjelang kunjungan Trump ke China pada akhir Maret dan awal April, ketika dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.
Rencana tarif baru Trump didasarkan pada undang-undang terpisah yang belum pernah diuji sebelumnya, yakni Section 122, yang memungkinkan penerapan tarif hingga 15 persen, tetapi mensyaratkan persetujuan Kongres jika ingin diperpanjang setelah 150 hari. Belum ada presiden sebelumnya yang menggunakan Section 122, dan langkah ini berpotensi memicu gugatan hukum lanjutan.
"China akan terus mencermati perkembangan ini dan dengan tegas melindungi kepentingannya," kata Kementerian Perdagangan.
Gao Lingyun, peneliti di Chinese Academy of Social Sciences, seperti dikutip media pemerintah Global Times, menyebut keputusan tarif AS sebagai tindakan yang sangat sewenang-wenang dan digunakan sebagai senjata politik.
“Kebijakan tarif seharusnya didasarkan pada penilaian yang ketat, bukan preferensi politik,” ujar dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
tarif perdagangan AS China perang dagang global tarif sepihak AS






















