Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Mutefekkirane)
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, mulai dari puasa, salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam tradisi Islam, shalawat bukan sekadar pujian, tetapi doa yang mengandung harapan keberkahan, rahmat, dan syafaat.
Membaca shalawat di bulan suci diyakini menghadirkan pahala berlipat serta menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, shalawat juga menjadi wujud cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama umat Islam.
Berikut sejumlah bacaan shalawat yang kerap diamalkan umat Muslim selama Ramadan, lengkap dengan makna dan keutamaannya.
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026?
Shalawat An Nasa’i berbunyi:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ
Bacaan latin: Allahumma sholli ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.”
Shalawat ini diriwayatkan dalam hadis dan mengandung doa agar Allah melimpahkan rahmat serta keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, sekaligus menjadi sarana memohon syafaat.
Shalawat Jibril berbunyi:
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shalallaahu ‘ala Muhammad
Artinya: "Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad."
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Allahumma shalli `alaa sayyidinaa muhammad wa`alaa aali sayyidinaa muhammad wasallim tasliima
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Shalawat yang singkat ini mudah diamalkan kapan saja, termasuk saat menunggu waktu berbuka. Umat Muslim meyakini bacaan ini sebagai doa agar rahmat Allah senantiasa tercurah kepada Rasulullah.
Shalawat Ibrahimiyah merupakan bacaan yang umum dibaca dalam tahiyat akhir salat:
ا االلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”
Bacaan ini menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sekaligus mengingatkan umat pada keteladanan Nabi Ibrahim AS.
Shalawat Nariyah, yang populer dengan sebutan shalawat pembakar kesusahan, berbunyi:
َللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak(a).
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau,".
Shalawat ini kerap diamalkan sebagai doa memohon kemudahan dan pertolongan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Shalawat Tibbil Qulub dikenal sebagai shalawat pengobat hati:
َللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa ’alâ âlihî wa shahbihî wa sallim.
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan.
Maknanya adalah memohon agar Nabi Muhammad SAW menjadi perantara ketenangan dan kesembuhan hati, baik secara spiritual maupun emosional.
Shalawat Fatih berbunyi:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ
Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca `shirātikal mustaqīm`). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.
Shalawat ini dikenal sebagai doa pembuka jalan dan memohon keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Shalawat Munjiyat atau shalawat penyelamat berbunyi:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
Latin: Allahumma sholli `ala sayyidina muhammadin sholatan tunjina biha min jami`il ahwali wal afat, wa taqdhi lana biha jami`al hajat, wa tuthahhiruna biha min jami`is sayyi`at, wa tarfa`una biha `indaka a`lad darajat, wa tuballighuna biha aqshal ghayat min jami`il khairati fil hayati wa ba`dal mamat.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW yang dengan shalawat itu Engkau selamatkan kami dari semua ketakutan dan penyakit, Engkau penuhi semua hajat kami, Engkau sucikan kami dari segala keburukan, Engkau angkat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan Engkau sampaikan kami ke tujuan paling maksimal dari semua kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati.
Bacaan ini diyakini sebagai doa memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai bahaya.
Shalawat Kamaliyah berbunyi:
َللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ كَمَا لَا نِهَايَةَ لِكَمَالِكَ وَ عَدَدَ كَمَالِهِ
Allâhumma shalli wasallim wabârik’alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âlihi kamâ lâ nihayata likamâlika ‘adada kamâlihi.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepada Baginda Nabi Muḫammad ﷺ, dan juga kepada keluarganya, sebagaimana kesempurnaan-Mu yang tanpa batas, dan sebanyak bilangan kesempurnaannya Nabi Muhammad SAW.
Shalawat ini berisi permohonan rahmat, keselamatan, dan keberkahan bagi Nabi Muhammad SAW serta umatnya.
Shalawat Farah berbunyi:
اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلَّذِيْ مَلَأْتَ قَلْبَهُ مِنْ جَلَالِكَ، وَعَيْنَهُ مِنْ جَمَالِكَ، فَأَصْبَحَ فَرَحَا مُؤَيَّدًا مَنْصُوْرًا، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadinil ladzi mala’ta qalbahu min jalalika wa ‘ainahu min jamalika fa ashbaha farahan muayyadan manshuran, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim tasliman katsiran.Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad, yang telah Engkau penuhi hatinya dengan keagungan-Mu, dan Engkau penuhi matanya dengan keindahan-Mu sehingga beliau menjadi bahagia, dikuatkan, dan dibantu. Limpahkan pula rahmat kepada keluarga dan para sahabat beliau. Berilah mereka semua keselamatan yang berlimpah. Selain dikenal dengan sebutan shalawat Farah, shalawat di atas juga masyhur dengan nama shalawat An-Nukmai, sebagai nisbat kepada ulama yang menyusun pertama kali shalawat tersebut, yaitu Syekh Abu Abdullah an-Nu’man.Shalawat ini dipahami sebagai ungkapan syukur dan doa agar kebahagiaan serta ketenangan hidup senantiasa tercurah.
Terakhir, Shalawat Syifa’ berbunyi:
اَلصَّلَاةُ التَّاسِعَةَ عَشَرَ صَلَاةُ سَيِّدِيْ الشَّيْخِ حَسَنِ أَبِي حَلَاوَةِ اَلْغّزِّيْ
Artinya: Shalawat yang kesembilan belas adalah shalawat (yang ditulis) oleh as-Sayyid Syekh Hasan Abul Halawah al-Ghazi. (Yusuf an-Nabhani, Sa’adatud Darain fis Shalati ‘ala Sayyidil Kaunaini, [Beirut, Darul Kutub al-‘Ilmiah: 2010], halaman 323).
Shalawat ini sering diamalkan sebagai doa kesembuhan, baik fisik maupun spiritual, terutama di saat sakit atau menghadapi ujian berat.
Memperbanyak shalawat di bulan Ramadan menjadi bagian dari upaya menyempurnakan ibadah dan memperkuat spiritualitas. Selain bernilai pahala, shalawat juga menjadi pengingat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Ramadan tidak hanya menghadirkan ketenangan batin, tetapi juga perubahan sikap yang lebih baik. (*)
Sumber: Berbagai sumber
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kumpulan Sholawat Nabi Shalawat Nabi Bulan Ramadan























