Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Planalto di Brasilia, Brasil, 14 Maret 2024. REUTERS
New Delhi, Jurnas.com - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan bahwa negaranya tidak menginginkan Perang Dingin baru, dan meminta pemerintahan Amerika Serikat (AS) memperlakukan semua negara secara setara, menjelang rencana pertemuannya dengan Presiden Donald Trump.
"Saya ingin mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kami tidak menginginkan Perang Dingin baru,” kata Lula dalam konferensi pers di New Delhi, menutup kunjungan tiga hari ke India dikutip dari Reuters pada Minggu (22/2).
“Kami tidak ingin mencampuri negara lain, kami ingin semua negara diperlakukan secara setara,” dia menambahkan.
Lula menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Trump di Washington, yang diperkirakan berlangsung pada pekan pertama Maret, akan membahas sejumlah isu penting, termasuk perdagangan, imigrasi, investasi, serta kemitraan antaruniversitas.
Pemimpin sayap kiri Amerika Selatan itu diketahui memiliki sejumlah perbedaan pandangan dengan Trump, mulai dari kebijakan tarif perdagangan, perang Israel di Gaza, penyitaan oleh AS terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga kebijakan yang disebut sebagai Board of Peace oleh Trump.
Lula menolak memberikan komentar atas putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan banyak tarif global yang diberlakukan Trump. Setelah putusan tersebut, Trump menyatakan tarif itu akan digantikan dengan pungutan 15 persen berdasarkan undang-undang berbeda.
Meski demikian, Lula menyatakan optimisme bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Brasil akan berada dalam posisi yang lebih baik ke depan.
Hubungan antara Amerika Serikat dan Brasil selama ini merupakan salah satu yang paling penting di kawasan Amerika. AS adalah salah satu mitra dagang utama Brasil, dengan kerja sama yang mencakup sektor energi, agribisnis, manufaktur, teknologi, hingga investasi langsung. Stabilitas hubungan kedua negara dinilai krusial bagi pertumbuhan ekonomi Brasil dan arus perdagangan regional.
Selain aspek ekonomi, Brasil dan AS juga memiliki kerja sama di bidang pendidikan, pertahanan, serta isu-isu global seperti perubahan iklim dan stabilitas kawasan Amerika Latin.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Brasil tolak Perang Dingin hubungan Brasil AS pertemuan Lula Trump



























