Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato selama upacara parade Hari Tentara Nasional di Teheran, Iran, 18 April 2025. WANA via REUTERS
Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat (AS), setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan serangan terbatas untuk memaksa kesepakatan terkait program nuklir Teheran.
Pernyataan Pezeshkian pada Sabtu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, ketika Amerika Serikat terus memperbesar kehadiran militernya dengan mengerahkan dua kapal induk dan puluhan jet tempur.
“Kami tidak akan tunduk dalam menghadapi kesulitan apa pun,” kata Pezeshkian dalam sebuah upacara untuk menghormati anggota tim Paralimpiade Iran, dikutip dari Aljazeera pada Minggu (22/2).
“Kekuatan-kekuatan dunia dengan sikap pengecut berbaris untuk memaksa kami menundukkan kepala. Sama seperti kalian tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan, kami juga tidak akan menyerah menghadapi persoalan ini,” dia menambahkan.
Iran dan Amerika Serikat kembali menggelar perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Teheran di Oman awal bulan ini, sebelum melanjutkan putaran kedua di Swiss pekan lalu.
Meski Washington dan Teheran sama-sama menggambarkan pembicaraan itu secara umum positif, kedua pihak belum mencapai terobosan berarti.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat lalu mengatakan solusi diplomatik sudah dekat, dan Iran berencana merampungkan rancangan kesepakatan dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk dikirim ke Washington.
Iran dan AS juga sempat melakukan perundingan nuklir tahun lalu, tetapi upaya tersebut runtuh setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran, memicu perang selama 12 hari. Amerika Serikat kemudian ikut terlibat dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Pada Januari, Trump kembali mengeluarkan ancaman aksi militer menyusul tindakan keras Iran terhadap demonstran antipemerintah yang menewaskan sejumlah orang.
Teheran merespons dengan mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan serta memperingatkan kemungkinan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi ekspor minyak negara-negara Teluk Arab.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
kesepakatan nuklir Iran Masoud Pezeshkian Trump ancaman Selat Hormuz



























