Demo kematian aktivis Quentin Deranque (Foto: Aljazeera)
Paris, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot akan memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk Prancis, Charles Kushner, terkait komentar Kedutaan Besar AS dalam pembunuhan seorang aktivis sayap kanan Prancis di Lyon, awal bulan ini.
"Kami akan memanggil duta besar Amerika Serikat untuk Prancis karena Kedutaan Besar AS di Prancis memberikan komentar atas tragedi ini, yang menyangkut komunitas nasional," kata Barrot dikutip dari Aljazeera pada Minggu (22/2).
"Kami menolak segala upaya untuk memanfaatkan tragedi ini … untuk tujuan politik," dia menambahkan.
Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis belum mengungkapkan jadwal pemanggilan Kushner, yang merupakan menantu dari Presiden AS, Donald Trump.
Pembunuhan Quentin Deranque (23) menyoroti meningkatnya ketegangan politik menjelang pemilihan presiden Prancis tahun depan. Presiden Emmanuel Macron, yang tidak dapat mencalonkan diri kembali karena batas masa jabatan, menyerukan ketenangan ketika sekitar 3.000 orang mengikuti aksi di Lyon yang digelar kelompok sayap kanan untuk mengenang Deranque.
Deranque meninggal akibat cedera kepala setelah dipukuli di sela-sela demonstrasi 12 Februari yang menentang kehadiran seorang politikus dari partai kiri La France Insoumise (LFI) di Lyon.
Kematian Deranque memicu reaksi internasional. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai terorisme di Prancis.
Pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Diplomasi Publik, Sarah Rogers, mengatakan pembunuhan Deranque menunjukkan “mengapa kami memperlakukan kekerasan politik, terorisme, dengan sangat keras.”
“Begitu Anda memutuskan membunuh orang karena opini mereka alih-alih meyakinkan mereka, Anda telah keluar dari peradaban,” tulisnya di platform X.
Biro kontra-terorisme Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan, “Radikalisme kiri yang keras sedang meningkat dan perannya dalam kematian Quentin Deranque menunjukkan ancaman terhadap keselamatan publik”, unggahan yang turut dibagikan dalam bahasa Prancis oleh akun Kedutaan Besar AS.
Kasus ini juga memicu ketegangan diplomatik antara Prancis dan Italia. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang memiliki hubungan hangat dengan Trump, menyebut kematian Deranque luka bagi seluruh Eropa.
Pernyataan tersebut memicu kritik dari Macron, yang menilai Meloni telah ikut campur dalam urusan domestik Prancis.
Dalam perkembangan hukum, enam pria yang diduga terlibat dalam penyerangan fatal tersebut telah didakwa. Selain itu, seorang asisten parlemen dari anggota parlemen sayap kiri radikal juga didakwa atas tuduhan keterlibatan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Prancis panggil Dubes AS Quentin Deranque Lyon besan Trump Kushner kekerasan politik Prancis



























