Rakyat Republik Somaliland (Foto: Aljazeera)
Hargeisa, Jurnas.com - Wilayah Somaliland siap memberikan akses sumber daya mineral serta pangkalan militer kepada Amerika Serikat (AS), demi meraih pengakuan internasional.
"Kami bersedia memberikan akses eksklusif (atas mineral kami) kepada Amerika Serikat. Kami juga terbuka untuk menawarkan pangkalan militer kepada Amerika Serikat," ujar Khadar Hussein Abdi, Menteri Kepresidenan Somaliland, dikutip dari Aljazeera pada Minggu (22/2).
"Kami percaya bahwa kami akan mencapai suatu kesepakatan dengan Amerika Serikat," dia menambahkan.
Pada Desember lalu, Israel menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengakui kemerdekaan Somaliland, sebuah pengakuan yang telah lama diupayakan wilayah tersebut sejak menyatakan otonomi dari Somalia pada 1991.
Somaliland memisahkan diri dari Somalia saat perang saudara meletus setelah lebih dari dua dekade pemerintahan garis keras Presiden Siad Barre, yang pasukannya menghancurkan wilayah utara.
Ketika sebagian besar Somalia terjerumus dalam kekacauan, Somaliland berhasil menstabilkan diri pada akhir 1990-an dan membangun institusi pemerintahan sendiri.
Hingga kini, Amerika Serikat belum menunjukkan perubahan kebijakan besar terkait status Somaliland. Namun pada Agustus, Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya melontarkan kritik keras terhadap Somalia dan Presiden Hassan Sheikh Mohamud, mengisyaratkan kemungkinan langkah baru ketika ditanya soal Somaliland dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Pemerintah Somalia mengecam pengakuan Israel sebagai serangan terhadap integritas teritorial dan persatuan nasionalnya. Sikap tersebut didukung oleh mayoritas pemimpin Afrika dan Arab. Mogadishu juga mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencabut pengakuan tersebut.
Sebaliknya, pemimpin Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi yang dikenal dengan nama Cirro, menyambut langkah diplomatik Israel dan memuji Netanyahu atas “kepemimpinan dan komitmennya dalam mendorong stabilitas dan perdamaian” di kawasan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Cirro juga telah mengisyaratkan kemungkinan memberikan akses istimewa kepada Israel atas sumber daya mineral Somaliland. Sementara itu, Hussein Abdi menyatakan tidak menutup kemungkinan Israel juga diizinkan membangun kehadiran militer di wilayah tersebut.
Secara geografis, Somaliland terletak di seberang Teluk Aden dari Yaman, lokasi di mana kelompok Houthi kerap menyerang aset-aset Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Pejabat Somaliland menyebut wilayahnya memiliki cadangan lithium, coltan, serta mineral strategis lain yang banyak dibutuhkan industri global, meskipun hingga kini belum ada studi independen yang mengonfirmasi besaran cadangan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Somaliland AS mineral Somaliland pangkalan militer Somaliland pengakuan internasional Somaliland



























