Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee (Foto: AP)
Tel Aviv, Jurnas.com - Negara-negara Arab dan Muslim mengecam keras pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyatakan bahwa Israel memiliki hak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Huckabee dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang ditayangkan pada Jumat lalu.
Carlson menyebut bahwa menurut Alkitab, keturunan Abraham dijanjikan tanah yang kini mencakup hampir seluruh kawasan Timur Tengah, lalu menanyakan apakah Israel memiliki hak atas wilayah tersebut.
“Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” jawab Huckabee. Namun ia menambahkan bahwa Israel tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya dan memiliki hak atas keamanan di wilayah yang secara sah dikuasainya.
Dikutip dari AP pada Minggu (22/2), pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), serta Liga Arab.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut komentar Huckabee sebagai retorika ekstremis dan tidak dapat diterima, serta meminta Departemen Luar Negeri AS untuk mengklarifikasi posisinya.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan komentar tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, dan menegaskan bahwa “Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya.”
“Pernyataan semacam ini yang ekstremis dan tanpa dasar yang kuat hanya akan memicu sentimen dan membangkitkan emosi keagamaan serta nasional,” demikian pernyataan Liga Arab.
Belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat terkait kontroversi tersebut.
Sejak berdiri pada 1948, Israel tidak pernah memiliki perbatasan yang sepenuhnya diakui secara internasional. Garis batasnya dengan negara-negara Arab berubah akibat perang, aneksasi, gencatan senjata, dan perjanjian damai.
Dalam Perang Timur Tengah Enam Hari 1967, Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania, Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, serta Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Israel kemudian menarik diri dari Semenanjung Sinai sebagai bagian dari perjanjian damai dengan Mesir setelah perang 1973, dan secara sepihak mundur dari Gaza pada 2005.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel meningkatkan kontrol atas Tepi Barat yang diduduki dengan memperluas pembangunan permukiman Yahudi, melegalkan sejumlah pos pemukiman, serta melakukan perubahan birokrasi signifikan dalam kebijakan wilayah tersebut. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat dan berjanji akan menghalangi langkah tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Mike Huckabee Israel klaim Israel Timur Tengah kontroversi Dubes AS Israel



























