Minggu, 22/02/2026 13:39 WIB

10 Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tak Cuma Kolak





Berikut 10 kuliner khas Ramadan dari berbagai daerah di Indonesia yang bisa menghadirkan sensasi “berbuka keliling Nusantara”

Pedagang Takjil dan bukaan puasa Ramadan diserbu pembeli. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Ramadan di Indonesia tak pernah lepas dari tradisi berbuka puasa dengan hidangan manis seperti kolak pisang atau kurma. Namun di balik popularitas kolak, setiap daerah di Nusantara ternyata memiliki kuliner khas Ramadan yang unik dan sarat nilai budaya.

Dari Aceh hingga Makassar, ragam takjil dan menu berbuka ini bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan bagian dari tradisi turun-temurun yang hanya mudah ditemui saat bulan suci.

Ragam kuliner khas Ramadan berikut menunjukkan kekayaan tradisi dan cita rasa Indonesia yang beragam. Lebih dari sekadar menu berbuka, setiap hidangan menyimpan cerita sejarah, budaya, dan kebersamaan yang memperkaya makna bulan suci.

Berikut 10 kuliner khas Ramadan dari berbagai daerah di Indonesia yang bisa menghadirkan sensasi “berbuka keliling Nusantara”.

Bubur Kanji Rumbi – Aceh

Di Serambi Mekah, bubur kanji rumbi menjadi menu wajib saat Ramadan, terutama di masjid-masjid yang rutin menggelar buka puasa bersama. Bubur berwarna kecokelatan ini kaya rempah dengan pengaruh cita rasa India, sehingga memberi sensasi hangat sekaligus mengenyangkan.

Selama bulan puasa, bubur kanji rumbi mudah ditemukan di kampung kuliner Ramadan. Tradisi berbagi bubur ini juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Aceh.

Putu Mangkok – Kepulauan Riau

Berbuka dengan kudapan manis menjadi pilihan banyak orang, dan di Kepulauan Riau, putu mangkok adalah jawabannya. Terbuat dari tepung beras dengan taburan kelapa parut, rasanya manis legit tanpa terasa enek.

Keunikan putu ini terletak pada bentuknya yang menyerupai mangkok terbalik. Selain rasanya yang lembut, tampilannya pun menjadi daya tarik tersendiri di meja berbuka.

Ketan Bintul – Banten

Ketan bintul menjadi takjil buruan warga Banten setiap Ramadan. Hidangan berbahan dasar ketan dengan taburan serundeng ini biasanya disantap bersama kuah semur daging atau empal sapi.

Kuliner yang konon sudah ada sejak abad ke-16 ini dipercaya sebagai makanan favorit Sultan Banten. Uniknya, ketan bintul umumnya hanya dijual selama bulan Ramadan.

Mi Glosor – Bogor

Di Kota Hujan, mi glosor menjadi menu populer saat berbuka puasa. Mi berwarna kuning cerah ini memiliki tekstur licin karena dibuat dari tepung singkong atau aci, bukan tepung terigu.

Nama “glosor” merujuk pada teksturnya yang mudah meluncur di tenggorokan. Sepanjang Ramadan, mi ini mudah ditemukan di pasar takjil dan pedagang kaki lima.

Kicak – Daerah Istimewa Yogyakarta

Pasar jajanan Ramadan di Kampung Kauman Yogyakarta identik dengan kicak, takjil manis bercampur gurih berbahan dasar ketan, santan, nangka, dan kelapa parut. Dahulu kicak dibuat dari singkong, sebelum kemudian beralih ke ketan.

Menurut cerita warga, kicak mulai populer sejak 1970-an dan menjadi ikon kuliner Ramadan di Yogyakarta hingga kini.

Bongko Kopyor – Gresik

Bongko kopyor atau bubur nangka dan kelapa kopyor merupakan takjil khas Gresik yang hanya ramai saat Ramadan. Isinya terdiri dari bubur mutiara, nangka, roti tawar, pisang, kelapa muda, dan santan, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus.

Perpaduan rasa manis dan gurih membuatnya digemari sebagai menu pembuka. Di luar Ramadan, kuliner ini relatif sulit ditemukan.

Sotong Pangkong – Pontianak

Pontianak menghadirkan sotong pangkong sebagai sajian khas Ramadan. Cumi kering yang telah dijemur dipanggang, lalu dipukul agar empuk sebelum disajikan dengan bumbu kacang atau saus pedas manis.

Tekstur kenyal dengan cita rasa gurih menjadikan sotong pangkong berbeda dari takjil pada umumnya. Sajian ini menjadi favorit warga setempat setiap bulan puasa.

Barongko – Makassar

Barongko merupakan makanan khas Suku Bugis di Makassar yang populer saat Ramadan. Terbuat dari campuran pisang, telur, santan, gula, dan garam, adonan dibungkus daun pisang lalu dikukus.

Rasanya manis dan lembut, cocok disantap dingin setelah disimpan di lemari es. Tak heran, barongko kerap menjadi takjil andalan masyarakat Sulawesi Selatan.

Kue Asidah – Maluku

Kue asidah dikenal sebagai kudapan manis yang mirip dodol. Kuliner ini diyakini berasal dari Arab dan mulai populer di Maluku seiring masuknya pengaruh Islam ke wilayah tersebut.

Selama Ramadan, kue asidah mudah ditemukan di pasar takjil. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuatnya cocok sebagai pembuka puasa.

Bubur Kampiun – Sumatera Barat

Bubur kampiun berasal dari tradisi Minangkabau dan kerap dijumpai di wilayah Sumatera Barat saat Ramadan. Dalam satu mangkuk, terdapat bubur sumsum, ketan putih, ketan hitam, kacang hijau, bubur candil, hingga sagu mutiara.

Perpaduan rasa manis, gurih, dan legit menjadikan bubur kampiun mengenyangkan sekaligus menggugah selera. Tak hanya sebagai takjil, hidangan ini juga menjadi sumber energi setelah seharian berpuasa. (*)

Sumber: Berbagai sumber

KEYWORD :

Kuliner Khas Ramadan Makanan Tradisional Takjil Unik Puasa Ramadan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :