Minggu, 22/02/2026 03:33 WIB

Menlu Tantang Bukti Klaim Donald Trump Soal Korban Protes di Iran





Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait jumlah korban jiwa dalam aksi protes di Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi (Foto: Ant)

Teheran, Jurnas.com - Ketegangan diplomatik antara Teheran dan Washington kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait jumlah korban jiwa dalam aksi protes di Iran.

Melalui pernyataan pada Sabtu (21/2), Araghchi menegaskan bahwa klaim Trump mengenai 32.000 warga sipil yang tewas adalah informasi yang tidak berdasar.

Sebaliknya, Iran secara resmi melaporkan jumlah korban sebanyak 3.117 orang, yang mencakup sekitar 200 personel keamanan. Araghchi menyebut jatuhnya korban tersebut merupakan akibat dari "operasi teroris."

Menanggapi keraguan pihak luar, Araghchi melontarkan tantangan terbuka melalui media sosial. "Jika ada yang meragukan akurasi data kami, silakan bagikan bukti apa pun," tulisnya di platform X.

Ketegangan ini bermula dari pidato Trump pada Jumat lalu yang menyebutkan bahwa 32.000 orang kehilangan nyawa di Iran dalam kurun waktu yang singkat. Dalam pernyataannya, Trump memisahkan antara sikap rakyat Iran dengan pemerintahannya.

"Anda tahu, rakyat Iran sangat berbeda dengan para pemimpin Iran, dan ini situasi yang sangat, sangat, sangat menyedihkan," ujar Trump.

Di tengah perdebatan angka korban, isu keamanan di Teluk Persia kian mengkhawatirkan. Di hari yang sama, Trump mengungkapkan bahwa dirinya tengah "mempertimbangkan" opsi serangan militer terbatas sebagai instrumen tekanan agar Iran segera menyetujui kesepakatan nuklir baru.

Bahkan, dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington, Trump memberikan peringatan keras dengan tenggat waktu yang singkat. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah militer terhadap Iran "dalam 10 hingga 15 hari" apabila jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Padahal, upaya negosiasi sebenarnya masih berjalan. Awal bulan ini, kedua negara telah bertemu di Muscat, Oman, yang disusul dengan putaran diskusi di Jenewa pada hari Selasa.

Meski mediasi oleh Oman terus diupayakan, pengerahan militer besar-besaran AS di kawasan Teluk dan latihan perang oleh Iran membuat situasi semakin sulit diprediksi.

KEYWORD :

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Amerika Serikat Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :