Minggu, 22/02/2026 01:33 WIB

Dana Iklim Global Meningkat, Tapi Komunitas Paling Rentan Justru Tertinggal





Data terbaru tunjukkan hanya 7,4 persen dana iklim dunia dialokasikan untuk membantu masyarakat hadapi panas ekstrem, banjir, kekeringan, naiknya permukaan laut

Ilustrasi krisis iklim global (Foto: Pexels/ArtHouse Studio)

Jakarta, Jurnas.com - Investasi iklim global terus melesat, dengan pemerintah, bank, dan investor swasta menyalurkan miliaran dolar ke energi bersih, kendaraan listrik, dan teknologi pengurangan karbon. Namun, data terbaru menunjukkan kesenjangan besar. Hanya 7,4 persen dana iklim dunia dialokasikan untuk membantu masyarakat menghadapi panas ekstrem, banjir, kekeringan, dan naiknya permukaan laut.

Distribusi dana ini memperlihatkan ketidakseimbangan struktural. Sebagian besar anggaran diarahkan pada pengurangan emisi, sementara perlindungan lokal tetap menjadi porsi kecil, meninggalkan banyak negara rentan terhadap bencana iklim.

Dr. Subrata Gorain dari Visva-Bharati University menegaskan bahwa interaksi antara alat pembiayaan, pilihan teknologi, dan sistem pemerintahan sering menentukan apakah perlindungan iklim benar-benar sampai ke komunitas. Meskipun total dana iklim meningkat pesat, dukungan untuk adaptasi jauh tertinggal dibanding mitigasi.

Dikutip dari Earth, dalam praktiknya, dana iklim mengacu pada uang dari pemerintah, bank, dan investor swasta yang digunakan untuk mengurangi polusi serta membantu komunitas menghadapi dampak iklim. Namun proyek adaptasi seperti tanggul banjir, perencanaan kekeringan, atau sistem kesehatan yang lebih kuat jarang menghasilkan keuntungan, sehingga cenderung diabaikan investor.

Akibatnya, ketahanan lokal tetap lemah. Risiko bencana yang meningkat dapat mengubah satu kejadian ekstrem menjadi bertahun-tahun kerugian pendapatan, pemindahan paksa, dan lonjakan utang publik.

Teknologi baru memang bisa mengurangi risiko iklim dengan cepat, mulai dari panel surya hingga benih tahan kekeringan. Namun tanpa pendanaan dan regulasi yang selaras, alat-alat ini sering tertahan atau rusak karena kurangnya kapasitas lokal untuk memasang dan memelihara sistem.

Distribusi dana juga ditentukan oleh tata kelola yang kuat. Regulasi anggaran dan prosedur pengadaan yang jelas seringkali lebih menentukan keberhasilan proyek dibanding teknologi itu sendiri, sementara birokrasi yang terfragmentasi dan departemen yang kekurangan staf memperlambat penyaluran ke komunitas rentan.

Pendekatan blended finance, yang menggabungkan dana publik dan swasta, bisa menurunkan risiko dan menarik investasi ke negara berpenghasilan rendah dan menengah. Alat seperti pinjaman berbunga rendah, jaminan risiko, dan asuransi kolektif dapat mendukung proyek yang tidak menguntungkan secara langsung namun vital untuk perlindungan masyarakat.

Transfer teknologi lintas negara juga memegang peran penting. Namun aturan pengadaan yang lemah dan hibah jangka pendek sering menghambat pelatihan teknisi dan ketersediaan suku cadang, membuat sistem yang dibawa masuk mudah gagal dan mengikis kepercayaan pada investasi iklim berikutnya.

Pengetahuan lokal terbukti efektif dalam banyak proyek pedesaan. Pemimpin komunitas dapat mengidentifikasi risiko praktis yang terlewat oleh insinyur luar, mulai dari hak atas tanah hingga akses air, sehingga solusi sederhana seperti tanaman tahan kekeringan bisa diterapkan lebih cepat dan adil.

Keberhasilan rencana iklim nasional meningkat ketika anggaran, teknologi, dan pengawasan diselaraskan sejak awal. Framework Finance-Technology-Governance yang diusulkan dalam studi ini menghubungkan uang, alat, dan aturan menjadi strategi terpadu yang membantu perencana melihat kebutuhan spesifik proyek di lapangan.

Meski demikian, tidak ada kerangka kerja yang bisa memaksa donor atau bank mengubah prioritas. Hambatan terbesar tetap kemauan politik. Dana iklim, teknologi, dan reformasi tata kelola harus saling memperkuat agar aksi iklim benar-benar melindungi masyarakat.

Jika target net-zero ingin tercapai dan komunitas paling rentan terlindungi, masa depan pembiayaan iklim harus menekankan investasi dalam adaptasi, transparansi, dan akuntabilitas. Studi ini dipublikasikan di Agricultural Ecology and Environment. (*)

KEYWORD :

Dana Iklim Global Komunitas Paling Rentan Perubahan Iklim Mitigasi Bencana




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :