Sabtu, 21/02/2026 18:46 WIB

Renovasi Rumah Hitler Jadi Kantor Polisi Hampir Rampung





Keputusan pemerintah Austria mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler menjadi kantor polisi memicu beragam reaksi di kota kelahirannya, Braunau am Inn

Rumah masa kecil mantan pemimpin NAZI, Adolf Hitler di Austria (Foto: AFP)

Wina, Jurnas.com - Keputusan pemerintah Austria mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler menjadi kantor polisi memicu beragam reaksi di kota kelahirannya, Braunau am Inn, yang terletak di perbatasan dengan Jerman.

Salah seorang warga, Sibylle Treiblmaier, yang ditemui di luar rumah tersebut mengatakan bahwa meski renovasi ini mencegah rumah Hitler digunakan sebagai tempat berkumpul kelompok ekstrem kanan, namun masih bisa dimanfaatkan dengan cara lainnya.

"Ini seperti pedang bermata dua. Sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan cara yang lebih baik atau berbeda," kata perempuan 53 tahun tersebut dikutip dari AFP pada Sabtu (21/2).

Pemerintah Austria menyatakan ingin menetralisir situs tersebut dan pada 2016 mengesahkan undang-undang untuk mengambil alih bangunan yang sudah lama terbengkalai itu dari pemilik pribadinya.

Austria yang dianeksasi oleh Jerman Nazi pada 1938 kerap dikritik karena dinilai belum sepenuhnya mengakui tanggung jawabnya dalam tragedi Holocaust.

Partai sayap kanan Freedom Party of Austria, yang didirikan oleh mantan anggota Nazi, kini memimpin jajak pendapat setelah meraih suara terbanyak dalam pemilu nasional 2024, meski gagal membentuk pemerintahan.

Pada 2025, dua nama jalan di Braunau am Inn yang sebelumnya memperingati tokoh Nazi akhirnya diganti setelah bertahun-tahun diprotes para aktivis.

Rumah tempat Hitler lahir pada 20 April 1889 dan sempat tinggal di masa kecilnya itu berada tepat di pusat kota, di sebuah jalan sempit yang dipenuhi pertokoan.

Sebuah batu peringatan di depan bangunan bertuliskan: “Untuk Perdamaian, Kebebasan dan Demokrasi. Tidak Pernah Lagi Fasisme. Jutaan Korban Menjadi Peringatan.”

Pekan ini, menurut laporan AFP, para pekerja tampak menyelesaikan tahap akhir renovasi fasad bangunan tersebut. Kementerian Dalam Negeri menyatakan para petugas dijadwalkan mulai menempati gedung itu pada kuartal kedua 2026.

Namun, anggota Mauthausen Committee Austria yang mewakili korban Holocaust, Ludwig Laher, menilai kantor polisi adalah pilihan yang problematis. "Karena polisi dalam sistem politik apapun, berkewajiban melindungi apa yang diinginkan negara," ujar dia.

Jasmin Stadler, 34 tahun, pemilik toko dan warga asli Braunau, menilai akan lebih menarik jika kelahiran Hitler di rumah itu ditempatkan dalam konteks sejarah, dengan penjelasan lebih mendalam mengenai bangunan tersebut. Dia juga mengkritik biaya renovasi yang mencapai 20 juta euro.

Namun tidak semua pihak menolak perubahan fungsi bangunan itu. Beberapa warga justru mendukung desain ulang rumah yang bertahun-tahun lalu pernah disewa Kementerian Dalam Negeri dan digunakan sebagai pusat bagi penyandang disabilitas sebelum akhirnya terbengkalai.

Di seluruh Austria, perdebatan mengenai bagaimana negara tersebut menghadapi sejarah Holocaust kerap kembali mencuat. Sekitar 65.000 warga Yahudi Austria tewas dan 130.000 lainnya dipaksa mengasingkan diri selama masa kekuasaan Nazi.

KEYWORD :

rumah Hitler Austria kantor polisi Braunau sejarah Holocaust Austria




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :