Menara Kembar Petronas di Malaysia (Foto: Malaysia Travel)
Kuala Lumpur, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia memantau secara ketat perkembangan hukum dan kebijakan terbaru di Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif global yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hal itu disampaikan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Johari Ghani, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Sabtu (21/2).
Datuk Seri Johari menyebut Malaysia telah menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik dengan AS, namun belum meratifikasinya. Pemerintah kini tengah mengevaluasi secara cermat implikasi dari perkembangan terbaru tersebut terhadap kepentingan nasional.
Dia menambahkan, berdasarkan pernyataan sebelumnya dari pihak AS, Washington masih memiliki jalur hukum lain untuk menerapkan kebijakan perdagangan, termasuk tarif sepihak.
Malaysia juga sedang mengkaji ruang lingkup dan dampak dari tarif sementara sebesar 10 persen yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.
"Pada tahap ini, kami masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai bagaimana langkah-langkah ini akan diterapkan dan apakah akan ada penyesuaian tambahan," kata Datuk Seri Johari.
Johari menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi salah satu mitra dagang terpenting bagi Malaysia. Pada 2025, total perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar RM367 miliar, dengan nilai ekspor Malaysia ke AS sebesar RM233 miliar.
Dia menyatakan Malaysia akan terus menjunjung perdagangan terbuka berbasis aturan, sekaligus menjaga iklim usaha yang stabil dan dapat diprediksi.
Johari menambahkan pemerintah akan melindungi kepentingan eksportir Malaysia, investor asing, pelaku usaha di dalam negeri, serta tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.
"Pada saat yang sama, Malaysia akan mendiversifikasi hubungan dagangnya dan memperkuat kerja sama regional maupun multilateral guna memastikan ketahanan di tengah lanskap perdagangan global yang terus berubah, sambil tetap menjaga hubungan bilateral yang kuat dengan Amerika Serikat," ujar dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
tarif AS Malaysia perdagangan Malaysia AS dampak tarif Trump


























