Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019. Foto: Reuters
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melakukan kunjungan ke China pada 31 Maret hingga 2 April mendatang. Gedung Putih menyatakan lawatan ini menjadi kunjungan resmi pertama Presiden AS ke Beijing sejak perjalanan terakhir Trump pada 2017.
Tanggal tersebut dikonfirmasi pejabat Gedung Putih pada Jumat (20/2) kemarin, di tengah pernyataan Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang masing-masing menyebut komunikasi kedua negara dalam beberapa bulan terakhir berjalan luar biasa dan baik.
“Itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” kata Trump sehari sebelumnya mengenai rencana kunjungan tersebut.
“Kita harus menampilkan pertunjukan terbesar yang pernah ada dalam sejarah China,” dia menambahkan.
Pengumuman kunjungan ini disampaikan tak lama sebelum Mahkamah Agung AS pada Jumat membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diberlakukan Trump terhadap berbagai negara di dunia.
Kebijakan tarif tersebut selama ini secara terbuka digunakan Trump sebagai alat tekanan untuk mendorong negara lain mendukung agenda kebijakannya.
Isu tarif diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan di Beijing, termasuk respons China terhadap ancaman dagang AS, seperti penghentian pembelian kedelai, yang sebelumnya menjadi komoditas ekspor utama AS ke China.
Beijing dalam beberapa bulan terakhir juga menerima kunjungan sejumlah pemimpin Barat, termasuk Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang dalam lawatannya mengumumkan kesepakatan dagang baru serta pencabutan larangan Kanada atas pembelian mobil listrik buatan China.
Lonjakan ekspor kendaraan listrik China terjadi seiring investasi besar-besaran Beijing pada teknologi baru dan energi terbarukan dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini dinilai semakin membedakan arah kebijakan China dari AS, di mana Trump kembali menekankan dukungan pada sektor bahan bakar fosil.
Di sisi lain, Washington tetap melanjutkan penjualan senjata dan dukungan lain kepada Taiwan, yang oleh Beijing dianggap sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji untuk dipersatukan dengan daratan China.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Trump China kunjungan Trump Beijing tarif perdagangan AS China


























