Mal Pavilion di Kuala Lumpur, Malaysia (Foto: Muti/Jurnas.com)
Kuala Lumpur, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan Malaysia meminta warganya senantiasa menggunakan masker, di tengah meningkatnya kunjungan masyarakat ke bazar Ramadan dan acara buka puasa bersama. Dikatakan, langkah ini sebagai upaya pencegahan tuberkulosis (TB), khususnya di lokasi padat dan ruang tertutup.
Dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (21/2), pemerintah menyebutkan sebanyak 596 kasus baru TB dilaporkan secara nasional pada pekan epidemiologi keenam, yakni 8-14 Februari.
Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus TB di seluruh Malaysia kini mencapai 3.161 kasus.
"Ruang yang padat, tertutup, dan memiliki ventilasi buruk meningkatkan risiko penularan, terutama jika terdapat individu dengan TB aktif yang belum menjalani pengobatan," demikian keterangan kementerian dikutip dari Straits Times.
"Ramadan sendiri bukanlah penyebab penularan TB. Namun, meningkatnya interaksi sosial selama bulan tersebut dapat memperbesar risiko paparan," pemerintah menambahkan.
Kementerian menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dan langkah pencegahan yang proaktif sangat penting untuk deteksi dini, pengobatan efektif, serta mencegah penyebaran TB.
"Berbeda dengan influenza atau Covid-19, TB menyebar lebih lambat dan biasanya memerlukan paparan yang lama dan berulang," ujar pernyataan tersebut.
Masyarakat dianjurkan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, memastikan sirkulasi udara dalam ruangan tetap baik, mengenakan masker jika mengalami gejala atau berada di area ramai, serta segera memeriksakan diri bila mengalami batuk lebih dari dua minggu atau gejala lain yang berkaitan dengan TB.
Berdasarkan rincian kasus, negara bagian Sabah mencatat jumlah tertinggi dengan 755 kasus, disusul Selangor sebanyak 596 kasus dan Sarawak dengan 332 kasus.
Johor berada di posisi berikutnya dengan 280 kasus, sementara Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Putrajaya mencatat total 244 kasus. Kedah melaporkan 181 kasus, diikuti Penang sebanyak 172 kasus dan Perak dengan 154 kasus.
Selanjutnya, Kelantan mencatat 121 kasus, Pahang 103 kasus, Terengganu 74 kasus, serta Negeri Sembilan 62 kasus. Sementara itu, Melaka mencatat 48 kasus, Perlis 21 kasus, dan Wilayah Persekutuan Labuan menjadi wilayah dengan angka terendah, yakni 18 kasus.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
kasus TB Malaysia tuberkulosis Ramadan penyebaran TB Malaysia


























