Pangeran Andrew menghadiri Kebaktian Matin Minggu Paskah tradisional di Kapel St George, Kastil Windsor pada tanggal 20 April 2025. (FOTO: GETTY IMAGE)
London, Jurna.com - Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang baru yang memungkinkan pencabutan posisi mantan pangeran, Andrew Mountbatten-Windsor, dari garis suksesi kerajaan.
Pejabat Inggris yang berbicara kepada BBC pada Jumat dengan syarat anonim menyebut keputusan tersebut dapat diambil setelah polisi menyelesaikan penyelidikan atas hubungan sang mantan pangeran dengan terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
"Langkah tersebut akan diambil setelah penyelidikan polisi yang sedang berlangsung selesai," demikian laporan BBC yang dikutip dari Sabtu (21/2).
Kantor berita Press Association menyebut pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer “akan mempertimbangkan untuk mengajukan undang-undang semacam itu setelah polisi menyelesaikan penyelidikan” terhadap Mountbatten-Windsor, yang saat ini berada di urutan kedelapan dalam garis takhta Inggris.
Mountbatten-Windsor ditangkap pada Kamis, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-66, atas dugaan pelanggaran jabatan publik yang berkaitan dengan persahabatannya dengan Epstein. Dia ditahan selama 11 jam sebelum akhirnya dibebaskan dengan status masih dalam penyelidikan.
Jajak pendapat YouGov yang dilakukan setelah penangkapannya pada Kamis menunjukkan bahwa 82 persen responden berpendapat dia seharusnya dicopot dari posisinya dalam garis suksesi takhta Inggris.
Raja Inggris, King Charles III, sebelumnya telah mencabut gelar Mountbatten-Windsor, adik kandungnya sekaligus putra mendiang Queen Elizabeth II, serta mengeluarkannya dari kediamannya di Royal Lodge, Windsor, Berkshire.
Charles juga menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya dan kepolisian mendapat dukungan serta kerja sama penuh darinya.
Pada Jumat, polisi melanjutkan penggeledahan di bekas kediaman Mountbatten-Windsor. Penyelidikan tampak semakin intensif dengan fokus mengarah pada mantan anggota unit pengamanan dekat sang pangeran dan kemungkinan hal-hal yang mereka saksikan.
Sebelumnya, Mountbatten-Windsor membantah melakukan pelanggaran apapun terkait Epstein, yang merupakan pelaku kejahatan seksual terpidana dan mengakhiri hidupnya di penjara New York pada 2019.
Pada 2022, Mountbatten-Windsor menyelesaikan gugatan perdata di pengadilan Amerika Serikat yang dilaporkan bernilai 12 juta pound sterling , yang diajukan oleh mendiang Virginia Giuffre. Dia menuduh sang pangeran melakukan pelecehan seksual terhadapnya saat dia masih remaja di properti yang terkait dengan Epstein.
Giuffre, yang mengakhiri hidupnya tahun lalu, mengklaim berhubungan seksual dengan Mountbatten-Windsor dalam sebuah pesta seks yang melibatkan gadis-gadis di bawah umur di pulau Epstein di Karibia.
Kemarahan publik di Inggris meningkat dalam beberapa bulan terakhir menyusul serangkaian pengungkapan mengenai hubungan Mountbatten-Windsor dengan Epstein.
Penyelidikan polisi dimulai setelah muncul klaim bahwa Mountbatten-Windsor membagikan informasi rahasia kepada taipan keuangan tersebut selama menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris pada periode 2001 hingga 2011.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pangeran Andrew garis suksesi Inggris kasus Jeffrey Epstein


























