Sabtu, 21/02/2026 18:06 WIB

AS Ancam Serang Iran jika Gagal Sepakati Perundingan Nuklir





Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperingatkan bahwa serangan militer terbatas terhadap Iran masih tetap menjadi pilihan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperingatkan bahwa serangan militer terbatas terhadap Iran masih tetap menjadi pilihan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah klaim diplomat tertinggi Iran yang menyebut Teheran akan segera merampungkan proposal kesepakatan baru, usai perundingan nuklir dengan Washington.

"Saya kira saya bisa mengatakan bahwa saya sedang mempertimbangkannya (serangan militer, Red). Iran sebaiknya merundingkan kesepakatan yang adil," kata Trump dikutip dari Associated Press pada Sabtu (21/2).

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan dalam wawancara televisi bahwa pemerintahnya berencana menyelesaikan draf kesepakatan dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk dikirimkan ke Washington.

"Saya tidak berpikir ini akan memakan waktu lama, mungkin dalam waktu sekitar satu minggu, kita bisa memulai negosiasi yang nyata dan serius mengenai teksnya dan mencapai kesimpulan," ujar Araghchi.

Ketegangan antara dua negara yang telah lama bermusuhan itu terus meningkat. Pemerintahan Trump mendorong Iran agar memberikan konsesi lebih besar, sembari memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.

Dalam beberapa dekade terakhir, ini menjadi salah satu pengerahan militer terbesar AS di kawasan tersebut, dengan tambahan kapal perang dan pesawat tempur yang sedang dalam perjalanan.

Pekan ini, kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford carrier strike group dilaporkan melintasi Selat Gibraltar dan memasuki Laut Mediterania. Kapal tersebut sebelumnya diberangkatkan oleh Trump dari kawasan Karibia, berdasarkan gambar yang diunggah fotografer maritim di media sosial.

Baik Iran maupun Amerika Serikat sama-sama memberi sinyal kesiapan menghadapi perang jika perundingan mengenai program nuklir Teheran gagal. “Kami siap untuk diplomasi, dan kami siap untuk negosiasi sebagaimana kami juga siap untuk perang,” kata Araghchi pada Jumat kemarin.

Analis Iran dari International Crisis Group, Ali Vaez, menilai bahwa Teheran akan menganggap setiap tindakan militer langsung sebagai ancaman terhadap kelangsungan negaranya.

Vaez mengatakan dia tidak menilai pernyataan para pemimpin Iran sebagai sekadar gertakan. Menurutnya, Iran kemungkinan benar-benar akan membalas jika diserang, meskipun mereka mungkin percaya tetap dapat mempertahankan kekuasaan sekalipun menghadapi serangan udara dari Amerika Serikat.

KEYWORD :

Trump Iran serangan militer AS kesepakatan nuklir Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :