Sabtu, 21/02/2026 07:01 WIB

Iran Buka Opsi Kerja Sama Energi dengan AS





Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menyatakan kemungkinan terbukanya kolaborasi sektor minyak dan gas dengan Amerika Serikat.

Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini, dibuat pada 18 Juni 2025 (Foto: REUTERS)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menyatakan kemungkinan terbukanya kolaborasi sektor minyak dan gas dengan Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang jarang terdengar di tengah hubungan tegang kedua negara.

“Segala sesuatu mungkin terjadi,” kata Paknejad, ketika ditanya mengenai prospek kerja sama energi antara Teheran dan Washington pada Jumat (20/2).

Meski demikian, ia menegaskan belum ada kepastian apakah kerja sama bilateral di bidang energi tersebut dapat segera terwujud.

Pernyataan itu muncul seiring berlangsungnya perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran antara Teheran dan Washington dengan mediasi Oman.

Putaran terbaru digelar di Jenewa pada Selasa, beberapa pekan setelah pertemuan awal di Muscat.

Kedua pihak mengakui adanya perkembangan dalam pembahasan prinsip-prinsip dasar dan menyebut dialog tersebut sebagai langkah maju untuk mengurai kebuntuan panjang terkait isu nuklir Iran.

Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Diplomasi Ekonomi Hamid Ghanbari mengatakan dalam pertemuan di Kamar Dagang Iran bahwa kepentingan bersama di sektor minyak dan gas, ladang energi bersama, investasi pertambangan, hingga pembelian pesawat menjadi bagian dari kerangka pembahasan dengan AS.

Selama bertahun-tahun, industri energi Iran menghadapi sanksi ketat dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sehingga ekspornya banyak dialihkan ke mitra regional seperti China dan Rusia.

Iran sendiri dikenal memiliki cadangan energi sangat besar, dengan sejumlah survei menempatkannya pada posisi kedua cadangan gas dan ketiga cadangan minyak terbesar di dunia.

Hubungan diplomatik dan perdagangan resmi antara Iran dan Amerika Serikat telah terputus sejak Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan pemerintahan Pahlavi yang didukung Washington, diikuti krisis penyanderaan Kedutaan Besar AS di Teheran.

Sejumlah analis menilai peluang terwujudnya kerja sama energi untuk pertama kalinya sejak 1979 masih kecil karena perundingan yang dimediasi Oman belum menyelesaikan persoalan nuklir.

Situasi keamanan kawasan yang memanas, termasuk pengerahan militer AS dan latihan militer Iran, juga masih membayangi jalannya negosiasi.

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad minyak dan gas Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :