Ilustrasi peristiwa di bulan Ramadan (Foto: Pexels/Tomáš Malík)
Jakarta, Jurnas.com - Perang Badar pada 17 Ramadan 2 Hijriyah menjadi momen penentu dalam sejarah Islam, di mana pasukan Muslim yang hanya berjumlah 313 menghadapi lebih dari 1.000 Quraisy. Salah satu faktor kemenangan, selain pengorbanan dan keberanian kaum muslimin, khususnya Ali bin Abi Thalib, Hamzah bin Abdul Muttalib, dan Ubaidah bin Al-Harith, ialah strategi yang diusulkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Al-Khubab bin al-Mundzir.
Sepertinya tidak ada julukan yang lebih tepat bagi Al-Hubab bin Al-Mundzir, sahabat Anshar dari kabilah Khazraj keturunan Bani Salmi, selain “Si Cerdik”. Beberapa referensi sejarah menyebut julukan ini mencerminkan kecerdikan dan kecerdasannya dalam menghadapi setiap permasalahan serta kemampuan menyampaikan gagasan dengan lugas dan jelas.
Misalnya, ketika pasukan Muslim tiba di Badar, Al-Khubab menanyakan posisi yang dipilih Nabi Muhammad SAW. Ia ingin memastikan apakah itu wahyu atau keputusan manusiawi, menunjukkan keberanian sekaligus rasa hormat, sebagaimana dicatat Syamsuddin al-Dzahabi dalam Târikh al-Islâm wa Wafâyât Masyâhir al-Aḥlâm, seperti dikutip NU Online.
Setelah dipastikan itu adalah strategi manusia, Al-Khubab mengusulkan agar pasukan menguasai sumber air Badar dan menutup akses bagi Quraisy. Saran ini diterima Nabi Muhammad SAW, menunjukkan keterbukaan beliau terhadap musyawarah sahabat dalam kepemimpinan militer dan spiritual.
Strategi ini memberi pasukan Muslim pasokan air yang cukup, sementara Quraisy kehausan dan lelah. Dikutip dari berbagai sumber, hal ini membuat koordinasi lawan melemah, sehingga Muslim dapat bertahan dan menyerang secara efektif.
Selain strategi, kemenangan juga didukung doa Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an (Surah Al-Anfal: 9–10), disebutkan Allah mengirimkan ribuan malaikat untuk menolong kaum Muslimin, menegaskan peran spiritual dalam menentukan hasil pertempuran.
Pertempuran berakhir dengan kemenangan telak, yakni 70 pasukan Quraisy tewas dan 70 ditawan, termasuk Abu Jahal, sementara Muslim kehilangan 14 syuhada. Keberhasilan ini menegaskan bahwa jumlah pasukan bukan satu-satunya faktor, melainkan kombinasi strategi, keberanian, dan iman.
Selain cerdik, Al-Hubab sangat mencintai jihad. Ia ikut Perang al-Sawiq untuk menuntut balas serangan Abu Sufyan terhadap penduduk Uraidh. Saat pasukan Rasulullah berangkat mengejar Abu Sufyan, musuh melarikan diri, meninggalkan karung tepung dan perbekalan, sehingga peristiwa itu dikenal sebagai “al-Sawiq.”
Keberanian Al-Hubab juga terlihat di Perang Uhud, di mana ia bertempur dekat Rasulullah saw. bahkan menjadi perisai hidup untuk melindungi beliau, menurut Ibn Sa‘d dalam Thabaqat. Ia juga ikut Perang Khandaq, meski kontak fisik tidak terlalu masif, kehadirannya tetap simbol keberanian dan loyalitas.
Nama Al-Hubab bin Al-Mundzir dikenang sebagai sahabat cerdas, pemberani, dan ahli strategi. Kisahnya di Perang Badar dan peperangan lain menunjukkan bahwa keberhasilan kaum Muslim bukan hanya soal jumlah pasukan, tetapi juga strategi, musyawarah, kecerdikan, dan keberanian individu yang berpihak pada kebenaran.
Peran Al-Khubab bin al-Mundzir menunjukkan bahwa setiap sahabat dapat memberi kontribusi menentukan. Perang Badar menjadi bukti bahwa kemenangan lahir dari taktik cerdas, musyawarah yang matang, dan keberanian untuk berpendapat, yang diwariskan sebagai pelajaran bagi generasi Muslim sepanjang masa.
Nama Al-Khubab bin al-Mundzir tetap dikenang sebagai simbol kecerdikan dan keberanian sahabat Nabi. Sejarah Perang Badar menjadi pelajaran bahwa keberhasilan bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga strategi, iman, dan kepemimpinan yang bijaksana. (*)
Wallahu`alam
Sumber: Majelis Ulama Indonesia, Syamsuddin al-Dzahabi, Târikh al-Islâm wa Wafâyât Masyâhir al-Aḥlâm via NU Online, Ibn Sa‘d Thabaqat via Suarau, dan berbagai sumber lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Al-Khubab bin al-Mundzir Perang Badar strategi perang Islam Nabi Muhammad


























