Jum'at, 20/02/2026 16:13 WIB

Profil Prihati Pujowaskito, Eks Kopassus yang Kini Pimpin BPJS Kesehatan





Penunjukan Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan menjadi sorotan karena latar belakangnya yang kuat di dunia militer dan medis

Prihati Pujowaskito memberi keterangan pers usai dirinya resmi dilantik jadi Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031, di kantor Kemenko PM, Jakarta pada Jumat (20/02) siang WIB (Foto: Ist/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, mewakili Presiden Prabowo Subianto, resmi melantik jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk masa jabatan 2026–2031.

Pelantikan yang digelar di Kantor Kemenko PM, Jakarta pada Jumat (20/02/2026), itu merujuk pada Keputusan Presiden RI Nomor 17/P Tahun 2026 dan Nomor 18/P Tahun 2026.

Untuk periode 2026–2031, jabatan Direktur Utama BPJS Kesehatan diamanahkan kepada Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito. Ia menggantikan Ali Ghufron Mukti yang menjabat sejak 2021 dan akan mengakhiri masa tugasnya pada Februari 2026.

Lantas, siapa sebenarnya Prihati Pujowaskito? Pertanyaan itu mengemuka karena penunjukan Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan tidak lepas dari latar belakangnya yang relatif tidak biasa.

Penunjukan Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan menjadi sorotan karena latar belakangnya yang kuat di dunia militer dan medis. Ia merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal sekaligus dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi intervensi.

Dikutip dari berbagai sumber, Prihati Pujowaskito lahir di Solo, 29 Maret 1967, dan menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta, lulus pada 1994. Pendidikan militernya dimulai melalui Sepamilsuk ABRI pada 1990, dilanjutkan Sussarcabkes pada 1998 dan Selapakes pada 2007.

Keahlian spesialis jantung dan pembuluh darah diperolehnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya yang diselesaikan pada 2007. Ia kemudian memperdalam kompetensi sebagai konsultan kardiologi intervensi serta meraih gelar Magister Manajemen Rumah Sakit dan doktor di bidang hukum untuk memperkuat perspektif tata kelola kesehatan.

Kariernya dimulai sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1990–2000. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, ia menempati berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Prihati pernah menjabat Kepala Departemen Jantung dan Kepala Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Angkatan Darat Dustira. Ia kemudian menjadi Kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto pada 2018–2021 dan Direktur Pengawasan Medik di rumah sakit yang sama pada 2021–2022.

Di bidang akademik, Prihati dipercaya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia untuk periode 2023–2025. Ia resmi memasuki masa purna tugas dari TNI pada Februari 2025 dan kini beralih ke ranah kepemimpinan lembaga publik.

Selain pengalaman klinis dan manajerial, Prihati aktif sebagai dosen dan terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Ia juga tercatat sebagai panel ahli pada Dokter Kepresidenan RI serta aktif dalam berbagai organisasi profesi kedokteran.

Atas pengabdiannya, ia menerima sejumlah tanda jasa dari Presiden Republik Indonesia, antara lain Satya Lencana GOM IX, Satya Lencana Dwidya Sista, Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Ksatria Yudha, Bintang Karya KEP Nararya, dan Bintang Yudha Dharma. Rekam jejak ini menjadi modal penting dalam memimpin lembaga penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup jutaan peserta di seluruh Indonesia.

Sementara itu, usai dilantik jadi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati dalam keterangannya menyatakan kesiapan mengemban amanah besar dalam menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi 283 juta peserta yang bekerja sama dengan 23.000 fasilitas kesehatan dan 3.000 rumah sakit.

“Kami akan melanjutkan yang baik-baik dan kami siap Pak melaksanakan tugas ini dengan penuh bertanggung jawab dan siap bekerja keras untuk pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat,” ucap Prihati di Kantor Kemenko PM, Jakarta, pada Jumat (20/02/2026).

Dalam menjalankan tugasnya, Prihati akan didampingi tujuh direktur, yakni Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati. Kepemimpinan baru ini menandai babak baru bagi BPJS Kesehatan dalam memperkuat tata kelola, pelayanan, dan keberlanjutan program JKN lima tahun ke depan. (*)

KEYWORD :

Profil Prihati Pujowaskito Eks Kopassus Dirut BPJS Kesehatan Menko PM




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :