Menko PM A. Muhaimin Iskandar memberi keterangan pers usai memimpin Sertijab Direksi dan Dewas BPJS Kesehatan-Ketenagakerjaan Periode 2026-2031 (Foto: Ist/Kemenko PM)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar menyebut regenerasi kepemimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi momentum memperkuat jaminan sosial sebagai gerakan gotong royong nasional.
Menko PM menegaskan bahwa jaminan sosial bukan sekadar program administrasi negara, melainkan sistem solidaritas besar bangsa Indonesia. Menurutnya, BPJS adalah ‘lembaga gotong royong raksasa’ di mana yang mampu membantu yang kurang mampu, yang sehat membantu yang sakit, dan yang bekerja menopang perlindungan bersama.
“Hanya dengan cara itu masyarakat akan bergotong royong dan turun aktif menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan,” ucap Menko Muhaimin usai memimpin Sertijab Direksi dan Dewas BPJS Kesehatan-Ketenagakerjaan Periode 2026-2031, di Kantor Kemenko PM, Jakarta, pada Jumat (20/02/2026).
Dalam konteks Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), cakupan kepesertaan yang sudah tinggi harus dijaga dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Peserta yang mampu wajib disiplin membayar iuran sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Sementara bagi masyarakat tidak mampu, negara hadir mengambil peran pembiayaan agar tidak ada satu pun warga tercecer dari hak konstitusional atas layanan kesehatan.
Sementara itu, pada sektor ketenagakerjaan, gotong royong diwujudkan melalui kepatuhan perusahaan, partisipasi pekerja formal dan informal, serta perlindungan pekerja migran. Perluasan kepesertaan bukan hanya target angka, melainkan penguatan solidaritas nasional agar pekerja dan keluarganya terlindungi dari risiko sosial ekonomi.
“Setiap tahun kita mengeluarkan anggaran dan menunjang operasional BPJS lebih dari Rp5 triliyun. Setiap upaya itu adalah amanah yang harus dijaga dengan penutup tanggung jawab,” ujar Menko Muhaimin.
Menko PM juga menekankan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan data yang akurat, pelayanan berkualitas, serta sistem yang berkelanjutan dan berintegritas.
“Kita semua dengan pemberdayaan masyarakat, BPJS Kesehatan, dan berbagai kementerian dan lembaga akan terus berkomitmen berupaya melayani sebaik-baiknya kebutuhan kesehatan dan tentu kita akan melayani dengan tanggungan yang bisa kita lakukan,” kata Menko PM.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan kesiapan mengemban amanah besar dalam menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi 283 juta peserta yang bekerja sama dengan 23.000 fasilitas kesehatan dan 3.000 rumah sakit.
“Kami akan melanjutkan yang baik-baik dan kami siap Pak melaksanakan tugas ini dengan penuh bertanggung jawab dan siap bekerja keras untuk pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat,” ucap Prihati.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat memaparkan tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas ke depan, yakni ‘Three C’, yaitu coverage, care dan credibility.
Coverage berarti perluasan cakupan kepesertaan, terutama pekerja informal dan pekerja migran, care berarti peningkatan kualitas layanan dan manfaat, serta credibility berarti penguatan kredibilitas data, proses, kepatuhan, dan kolaborasi strategis guna meningkatkan kepercayaan publik.
“Dan tentunya strategic collaboration dengan para stakeholder yang akan kami tingkatkan dengan harapan ini tentunya dapat meningkatkan trust. Baik trust dari stakeholder pemerintah, stakeholder pemberi kerja ataupun juga dari masyarakat,” jelasnya.
Dengan kepemimpinan baru dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis kinerja kedua BPJS akan semakin solid dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Regenerasi Pimpinan BPJS Menko PM A.Muhaimin Iskandar Jaminan Sosial Gotong Royong
























