Jum'at, 20/02/2026 05:53 WIB

Trump Beri Waktu Iran 10 Hari untuk Capai Kesepakatan Nuklir





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau akan menghadapi konsekuensi serius.

Presiden AS Donald Trump berpidato saat pengumuman penurunan harga obat-obatan AS, di Gedung Putih di Washington, AS, 10 Oktober 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau akan menghadapi konsekuensi serius.

Dia juga mengisyaratkan adanya tenggat waktu sekitar 10 hari sebelum Washington kemungkinan mengambil langkah lebih lanjut, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Kamis (19/2).

Di tengah pengerahan besar-besaran militer AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan perang lebih luas, Trump mengatakan perundingan dengan Teheran berjalan baik. Namun ia menegaskan Iran harus menyetujui kesepakatan yang bermakna.

"Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," kata Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington. Dia sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran.

Trump juga menyinggung serangan udara AS pada Juni lalu, dengan menyatakan bahwa kapasitas nuklir Iran telah dihancurkan secara signifikan. Dia juga tak menutup kemungkinan AS melangkah lebih jauh.

"Anda akan mengetahuinya dalam waktu mungkin 10 hari ke depan," Trump menambahkan.

Ancaman AS untuk membombardir Iran, di tengah perbedaan tajam dalam perundingan soal program nuklir Teheran, mendorong kenaikan harga minyak global. Pada hari yang sama, sebuah kapal perang korvet Rusia bergabung dalam latihan angkatan laut Iran di Teluk Oman, jalur pelayaran strategis bagi energi dunia.

Perunding dari Iran dan AS bertemu pada Rabu (18/2) lalu, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kedua pihak telah menyepakati prinsip-prinsip panduan. Namun juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan masih terdapat sejumlah perbedaan dalam beberapa isu.

Diketahui, Iran menolak memberikan konsesi besar dalam program nuklirnya, sembari menegaskan bahwa program tersebut bertujuan damai. AS dan Israel sebelumnya menuduh Teheran berupaya mengembangkan bom nuklir.

Rusia juga memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terkait Iran dan menyerukan penahanan diri di tengah peningkatan kekuatan militer AS di kawasan, yang menurut pejabat senior Amerika akan rampung pada pertengahan Maret.

KEYWORD :

pembicaraan nuklir Iran AS Presiden Donald Trump ancaman perang Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :