Bangunan hancur di Gaza, Palestina (Foto: Reuters)
Yerussalem, Jurnas.com - Komite Palestina yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk mengambil alih kendali Gaza dari militan Hamas membuka pendaftaran kepolisian pada Kamis (19/2) kemarin.
Pembukaan rekrutmen tersebut bersamaan dengan pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digelar Presiden AS Donald Trump. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun struktur pemerintahan baru di wilayah tersebut.
Trump mengumumkan komitmen pendanaan miliaran dolar untuk rekonstruksi Gaza dalam pertemuan di Washington. Pemerintahannya juga memaparkan rencana pembentukan pasukan stabilisasi yang akan mendapat otorisasi PBB guna menjaga keamanan di wilayah itu.
National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) menyatakan melalui akun X bahwa proses rekrutmen ini terbuka bagi pria dan wanita yang memenuhi syarat yang ingin bertugas dalam kepolisian.
Komite tersebut juga membagikan tautan situs pendaftaran bagi warga Palestina. Syaratnya, pelamar harus merupakan penduduk Gaza berusia 18–35 tahun, tidak memiliki catatan kriminal, serta dalam kondisi fisik prima.
Sebanyak 2.000 warga Palestina mendaftar sebagai calon polisi hanya dalam beberapa jam pertama setelah pendaftaran dibuka, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (20/2).
Informasi ini disampaikan oleh utusan yang ditunjuk Trump untuk mengawasi koordinasi pascaperang di Gaza, Nikolay Mladenov, dalam forum Dewan Perdamaian.
Komandan pasukan penjaga perdamaian multinasional yang mendapat mandat PBB untuk Gaza, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, mengatakan rencana jangka panjang mencakup pelatihan sekitar 12.000 anggota kepolisian guna menopang stabilitas keamanan.
Sebelumnya, Hamas menyatakan ingin mengintegrasikan sekitar 10.000 anggota kepolisian yang sudah ada ke dalam pemerintahan baru Gaza yang didukung Amerika Serikat.
Hamas memerintah wilayah itu sebelum perang yang dipicu serangannya terhadap Israel, dan kembali menjalankan administrasi sipil meski Israel berjanji menghancurkannya.
Pasca gencatan senjata Oktober yang dimediasi Trump, Hamas masih menguasai hampir separuh wilayah Gaza, sementara lebih dari 50 persen wilayah lainnya berada di bawah kendali Israel.
Penarikan pasukan Israel serta pelucutan senjata Hamas menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan rencana perdamaian Washington untuk Gaza.
Rencana 20 poin untuk mengakhiri perang, yang kini memasuki tahap kedua, mengatur agar tata kelola Gaza diserahkan kepada NCAG, dengan ketentuan tidak melibatkan Hamas.
Sementara itu, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, sebelumnya mengatakan bahwa kelompoknya siap menyerahkan pemerintahan kepada NCAG yang beranggotakan 15 orang dan dipimpin Ali Shaath, dengan segera.
"Kami sepenuhnya yakin bahwa komite itu akan beroperasi dengan memanfaatkan personel yang berkualifikasi dan tidak mengabaikan hak siapa pun yang telah bekerja pada periode sebelumnya," kata Qassem, merujuk pada lebih dari 40.000 pegawai sipil dan aparat keamanan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
rekrutmen polisi Gaza NCAG Palestina Donald Trump rencana perdamaian Gaza demiliterisasi Hamas


















