Jum'at, 20/02/2026 04:02 WIB

Trump Kumpulkan Dana Rp117,9 Triliun dari Anggota Board of Peace





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dana yang terkumpul dari negara-negara anggota Board of Peace (BoP) mencapai US$7 miliar

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dana yang terkumpul dari negara-negara anggota Board of Peace (BoP) mencapai US$7 miliar atau Rp117,9 triliun.

Dalam pertemuan perdana BoP di Washington pada Kamis (19/2), dana tersebut diproyeksikan untuk membiayai rekonstruksi Gaza setelah Hamas dilucuti. Sementara pelucutan senjata dinilai masih jauh dari kenyataan.

Dalam pidatonya, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan menyumbang US$10 miliar kepada BoP, melengkapi pembayaran awal seluruh negara anggota yang terkumpul sebesar US$7 miliar, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Trump pertama kali mengusulkan pembentukan BoP pada September lalu saat mengumumkan rencananya mengakhiri perang Israel di Gaza. Mandat dewan itu kemudian diperluas untuk menangani konflik lain di dunia.

Dia juga mengatakan badan sepak bola dunia FIFA akan menggalang dana US$75 juta untuk proyek terkait sepak bola di Gaza, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menyumbang US$2 miliar untuk bantuan kemanusiaan.

Board of Peace mencakup Israel namun tidak melibatkan perwakilan Palestina. Gagasan memperluas peran BoP dalam menangani konflik global memicu kekhawatiran bahwa perannya dapat melemahkan posisi PBB sebagai platform utama diplomasi dan resolusi konflik internasional.

"Kita akan memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Itu sangat penting," kata Trump.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ancaman Trump terhadap Iran dan peningkatan besar-besaran kekuatan militer AS di kawasan, jika Teheran menolak menghentikan program nuklirnya.

Trump menargetkan dalam 10 hari dia akan mengetahui hasil kesepakatan dengan Iran. "Kita harus memiliki kesepakatan yang berarti," ujar dia.

Hamas, yang khawatir terhadap pembalasan Israel, enggan menyerahkan senjata sebagai bagian dari rencana 20 poin Trump yang menghasilkan gencatan senjata rapuh pada Oktober 2025 setelah dua tahun perang Gaza.

Di Gaza, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan setiap pasukan internasional harus memantau gencatan senjata dan mencegah agresi Israel berlanjut. Dia menyebut pelucutan senjata bisa dibahas, tanpa memberikan komitmen langsung.

Hamas menyatakan siap menyerahkan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina yang didukung AS dan dipimpin Ali Shaath, namun menuding Israel belum mengizinkan komite tersebut masuk ke wilayah Gaza. Hingga kini, Israel belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.

KEYWORD :

Trump Gaza Board of Peace dana rekonstruksi Gaza pelucutan senjata Hamas konflik Israel Hamas




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :