Jum'at, 20/02/2026 03:26 WIB

AS Sanksi Komandan RSF Sudan atas Pembantaian Keji di Darfur





Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap tiga komandan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) Sudan pada Kamis (19/2)

Pemandangan Gedung Putih di Washington, AS, 20 Juli 2024. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap tiga komandan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) Sudan pada Kamis (19/2), atas dugaan pengepungan selama 18 bulan hingga jatuhnya kota Al-Fashir, Darfur, yang disertai pembunuhan sistematis dan meluas.

Departemen Keuangan AS menyatakan RSF menjalankan kampanye mengerikan berupa pembunuhan etnis, penyiksaan, kelaparan paksa, serta kekerasan seksual selama pengepungan dan perebutan Al-Fashir.

Kota Al-Fashir jatuh ke tangan RSF pada Oktober 2025 setelah pengepungan panjang yang memicu pembantaian massal dan krisis kemanusiaan.

Dikatakan, setelah kota direbut, para pejuang RSF mempercepat pembunuhan, penahanan, dan kekerasan seksual secara sistematis, dengan korban mencakup warga sipil tanpa pengecualian.

AS juga menuduh RSF melakukan upaya terorganisir untuk menghilangkan bukti pembantaian massal, termasuk dengan mengubur, membakar, dan membuang puluhan ribu jenazah.

Lebih dari 100.000 orang diperkirakan melarikan diri dari Al-Fashir sejak akhir Oktober, setelah RSF menguasai kota itu dan pengepungan menyebabkan kelaparan parah.

Para penyintas melaporkan adanya pembunuhan massal bermotif etnis serta penahanan luas selama dan setelah pengambilalihan kota. Banyak warga masih belum diketahui keberadaannya di Al-Fashir dan wilayah sekitarnya.

“Amerika Serikat menyerukan Rapid Support Forces untuk segera berkomitmen pada gencatan senjata kemanusiaan. Kami tidak akan menoleransi kampanye teror dan pembunuhan tanpa makna yang terus berlangsung di Sudan,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataan resmi, dikutip dari Reuters.

Dalam daftar sanksi tersebut termasuk seorang brigadir jenderal RSF yang disebut sempat merekam dirinya membunuh warga sipil tak bersenjata, serta seorang mayor jenderal dan komandan lapangan RSF lainnya.

KEYWORD :

sanksi AS Sudan komandan RSF krisis Darfur




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :