Jum'at, 20/02/2026 02:01 WIB

Netanyahu: Israel Tak Mau Bangun Gaza sebelum Hamas Dilucuti





Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan ada rekonstruksi di Jalur Gaza sebelum Hamas dilucuti senjatanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba untuk konferensi pers bersama dengan Presiden AS Donald Trump di Ruang Makan Negara di Gedung Putih, Washington, AS, 29 September 2025. REUTERS

Tel Aviv, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan ada rekonstruksi di Jalur Gaza sebelum Hamas dilucuti senjatanya. Hal ini disampaikan dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington, Amerika Serikat (AS).

Sekitar dua lusin pemimpin dunia dan pejabat senior menghadiri rapat pertama badan tersebut, yang dibentuk setelah Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir menengahi gencatan senjata pada Oktober 2025 untuk menghentikan perang dua tahun di Gaza.

Dalam forum itu, Presiden AS Donald Trump memaparkan komitmen bantuan lebih dari US$5 miliar untuk Gaza, wilayah yang sebagian besar infrastrukturnya hancur akibat konflik. Trump juga sempat melontarkan gagasan pengembangan kawasan itu menjadi resor.

"Kami sepakat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum Gaza didemiliterisasi," kata Netanyahu dikutip dari AFP pada Kamis (19/2) kemarin.

Pertemuan di Washington juga membahas rencana pembentukan International Stabilization Force (ISF), pasukan yang akan bertugas menjamin keamanan di Gaza dalam masa transisi.

Salah satu isu paling sensitif yang dihadapi Board of Peace adalah masa depan Hamas, kelompok Islamis yang bertempur melawan Israel dan hingga kini masih memiliki pengaruh kuat di wilayah tersebut.

Pelucutan senjata Hamas menjadi tuntutan utama Israel sekaligus poin krusial dalam negosiasi tahap berikutnya dari kesepakatan gencatan senjata.

Pejabat AS, termasuk Steve Witkoff, negosiator dekat Trump, menyatakan kemajuan signifikan sedang dicapai dan Hamas disebut berada di bawah tekanan untuk menyerahkan persenjataannya.

Israel juga mengusulkan pembatasan luas, termasuk penyitaan senjata ringan milik Hamas, bahkan hingga senapan pribadi.

Namun, belum jelas apakah atau bagaimana komite teknokrat Palestina yang dibentuk untuk mengelola pemerintahan sehari-hari di Gaza akan menangani persoalan demiliterisasi tersebut.

Komite Nasional Administrasi Gaza yang beranggotakan 15 orang akan bekerja di bawah pengawasan Board of Peace, dan ketuanya, Ali Shaath, turut hadir dalam pertemuan di Washington.

KEYWORD :

demiliterisasi Gaza Netanyahu Hamas rekonstruksi Gaza




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :