Ilustrasi - mengenal kardiomiopati, penyakit yang menyerang jantung (Foto: Alodokter)
Jakarta, Jurnas.com - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun tidak semua gangguan jantung terjadi karena penyumbatan pembuluh darah.
Ada kondisi lain yang kerap luput dari perhatian, yakni kardiomiopati, penyakit yang menyerang langsung otot jantung.
Kardiomiopati merupakan gangguan pada otot jantung yang menyebabkan kemampuan jantung memompa darah menurun. Berbeda dengan serangan jantung yang umumnya disebabkan oleh sumbatan arteri koroner, penyakit ini muncul akibat perubahan struktur dan fungsi dinding jantung. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh tidak optimal.
Masalahnya, kardiomiopati sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari kondisinya setelah mengalami keluhan seperti sesak napas saat aktivitas ringan, cepat lelah, jantung berdebar, atau pembengkakan pada kaki. Dalam beberapa kasus, pasien bahkan datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami pingsan mendadak.
Secara medis, kardiomiopati terbagi dalam beberapa jenis. Kardiomiopati dilatasi terjadi ketika ruang jantung membesar dan melemah sehingga daya pompa menurun.
Kardiomiopati hipertrofik ditandai penebalan dinding jantung yang menghambat aliran darah. Sementara kardiomiopati restriktif menyebabkan dinding jantung menjadi kaku dan sulit mengembang.
Penyebabnya beragam. Faktor genetik menjadi salah satu pemicu utama, terutama pada pasien usia muda. Selain itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, infeksi virus, gangguan hormon tiroid, hingga konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak sel-sel otot jantung secara perlahan.
Dokter menyebut deteksi dini sangat penting karena kardiomiopati dapat berkembang menjadi gagal jantung dan gangguan irama jantung berbahaya. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiografi biasanya digunakan untuk menilai kondisi struktur serta fungsi jantung.
Meski umumnya bersifat kronis, kardiomiopati tetap dapat dikendalikan. Penanganan meliputi pemberian obat-obatan untuk memperkuat fungsi pompa jantung, mengontrol tekanan darah, serta menjaga ritme jantung tetap stabil. Pada kondisi tertentu, pasien memerlukan pemasangan alat pacu jantung atau terapi medis lanjutan.
Karena gejalanya sering samar, masyarakat dianjurkan tidak mengabaikan keluhan mudah lelah atau sesak napas yang berlangsung lama. Pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih serius.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Kesehatan Penyakit Jantung Penyebab Kematian Mengenal Kardiomiopati



















