Ilustrasi - Peringatan Hari Pencegahan Plagiarisme (Foto: Chivalry Creative/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Hari Pencegahan Plagiarisme (Prevent Plagiarism Day) diperingati setiap 19 Februari. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang plagiarisme dan mendorong integritas dalam bekerja serta berkarya.
Secara bahasa, dalam KBBI, plagiarisme diartikan sebagai penjiplakan yang melanggar hak cipta. Secara istilah, mengutip berbagai sumber, plagiarisme adalah tindakan mengambil karya orang lain dan mengklaimnya sebagai milik sendiri, baik berupa ide, tulisan, laporan, presentasi, maupun media digital. Di pendidikan dan jurnalistik, tindakan ini dianggap pelanggaran etika serius yang dapat merusak reputasi dan karier pelaku.
Beberapa negara, termasuk India dan Polandia, menjadikan plagiarisme sebagai tindak pidana, sementara di banyak tempat lain tindakan ini menjadi masalah hak cipta atau hak moral pencipta. Kasus serius, seperti plagiarisme untuk meraih penghargaan, pekerjaan, atau posisi tertentu, bahkan bisa dikategorikan sebagai penipuan dengan konsekuensi berat, termasuk skorsing atau pemecatan.
Di ranah seni dan media, plagiarisme lebih kompleks karena karya kreatif sering melibatkan adaptasi, parodi, fan art, atau transformasi dari karya asli. Perbedaan antara penghormatan kreatif dan peniruan literal membuat identifikasi plagiarisme lebih sulit, sehingga penegakan utama tetap fokus di akademia dan jurnalistik.
Hari Pencegahan Plagiarisme menekankan pentingnya menghargai waktu, usaha, dan ide kreator. Dari laporan laboratorium, rencana pemasaran, puisi, postingan media sosial, hingga naskah video, prinsip yang sama berlaku bahwa setiap kontribusi orang lain harus diakui.
Plagiarisme tidak selalu berupa copy-paste kasar; bisa juga halus, tidak sengaja, atau muncul karena kebingungan dalam mengutip sumber. Ketika terburu-buru atau kewalahan, banyak orang tanpa sadar melanggar prinsip keaslian karya.
Peringatan hari ini mendorong kebiasaan yang lebih baik dan sistem kerja yang mendukung keaslian atau integritas. Budaya jujur dan menghormati karya orang lain tidak hanya melindungi nilai akademik atau performa kerja, tetapi juga menjaga kepercayaan antara guru dan murid, manajer dan tim, serta kreator dan audiens.
Memberikan kredit dengan tepat juga mendorong kreativitas karena orang merasa aman untuk berbagi ide dan membangun karya secara transparan. Dengan demikian, Hari Pencegahan Plagiarisme menjadi pengingat penting bahwa menghargai karya orang lain adalah fondasi integritas dan profesionalisme di segala bidang.
Sumber: Nationaltoday, Daysoftheyear, dan berbagai sumber lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Pencegahan Plagiarisme 19 Februari Peringatan Hari Ini Prevent Plagiarism Day























