Kamis, 19/02/2026 18:04 WIB

Mau Tadarus Ramadan? Yuk Ingat Kembali Hukum Tajwid





Membaca Al-Qur’an tidak hanya dianjurkan memperbanyak jumlah bacaan, tetapi juga memperhatikan cara pelafalannya.

Ilustrasi tadarus Al-Quran saat Ramadan.

Jakarta, Jurnas.com - Ramadan sering menjadi momentum umat Islam kembali memperbanyak membaca Al-Qur’an. Di berbagai masjid maupun rumah, kegiatan tadarus dilakukan setelah salat tarawih hingga menjelang sahur.

Membaca Al-Qur’an tidak hanya dianjurkan memperbanyak jumlah bacaan, tetapi juga memperhatikan cara pelafalannya. Ilmu tajwid berfungsi menjaga bacaan tetap sesuai kaidah sebagaimana diturunkan.

Al-Qur’an sendiri memerintahkan membaca dengan tartil, yaitu perlahan dan jelas.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS Al-Muzzammil: 4)

Berikut beberapa hukum tajwid dasar yang penting diingat kembali saat tadarus.

1. Hukum Nun Mati (نْ) dan Tanwin (ــً / ــٌ / ــٍ)

Hukum ini berlaku ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf tertentu.

a. Idzhar (إظهار)

Membaca nun mati dan tanwin dengan jelas tanpa dengung.
Huruf-hurufnya: أ، ه، ع، ح، غ، خ
Contoh: مِنْ هَادٍ

b. Idgham (إدغام)

Meleburkan nun mati atau tanwin ke huruf berikutnya.
Terbagi menjadi:

Idgham Bighunnah (dengung): ي، ن، م، و

Idgham Bilaghunnah (tanpa dengung): ل، ر
Contoh: مِنْ وَلِيٍّ

c. Iqlab (إقلاب)

Mengubah bunyi nun mati/tanwin menjadi mim jika bertemu huruf ب, disertai dengung.
Contoh: سَمِيعٌ بَصِيرٌ

d. Ikhfa (إخفاء)

Membaca samar antara jelas dan dengung.
Hurufnya: 15 huruf selain huruf idzhar, idgham, dan iqlab.
Contoh: مِنْ ثَمَرَاتٍ

2. Hukum Mim Mati (مْ)

Mengatur pengucapan mim sukun dalam kondisi tertentu.

a. Ikhfa Syafawi (إخفاء شفوي)

Mim mati bertemu ب, dibaca samar dengan dengung.
Contoh: تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ

b. Idgham Mimi (إدغام ميمي)

Mim mati bertemu م, dibaca melebur dengan dengung.
Contoh: كَمْ مِنْ فِئَةٍ

c. Idzhar Syafawi (إظهار شفوي)

Mim mati bertemu huruf selain م dan ب.
Contoh: أَمْ لَمْ يَكُنْ

3. Hukum Mad (مَدّ)

Mad berarti memanjangkan bacaan huruf tertentu.

a. Mad Thabi’i (مد طبيعي)

Mad asli sepanjang 2 harakat, tidak dipengaruhi tanda lain.
Contoh: قَالَ

b. Mad Wajib Muttasil

Mad bertemu hamzah dalam satu kata, dipanjangkan 4–5 harakat.
Contoh: سَوَاءٌ

c. Mad Jaiz Munfasil

Mad bertemu hamzah di kata berbeda, 4–5 harakat.
Contoh: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ

d. Mad Lazim

Mad yang bertemu huruf bertasydid atau sukun asli, panjang 6 harakat.
Contoh: الضَّالِّينَ

e. Mad Aridh Lissukkun

Mad karena berhenti (waqaf), 2–6 harakat.
Contoh: الْعَالَمِينَۚ

4. Ghunnah (غُنَّة)

Dengung pada huruf ن dan م bertasydid atau ketika terjadi idgham bighunnah.
Panjang dengung 2 harakat.
Contoh: إِنَّا – ثُمَّ

5. Qalqalah (قلقلة)

Menggetarkan bunyi huruf ketika sukun.
Hurufnya: ق، ط، ب، ج، د (ingat: قُطْبُ جَدٍّ)
Contoh: يَقْطَعُ

Terbagi:

Qalqalah Sughra: sukun berada di tengah kata.

Qalqalah Kubra: sukun karena waqaf di akhir kata.

6. Lam Ta’rif (ال)

Berhubungan dengan cara membaca alif-lam pada kata benda.

a. Lam Qamariyah

Dibaca jelas.
Hurufnya 14, termasuk: ق، ك، م، و
Contoh: الْقَمَرُ

b. Lam Syamsiyah

Dibaca lebur (idgham) ke huruf setelahnya.
Hurufnya 14, seperti: ت، ث، ر، س
Contoh: الشَّمْسُ

7. Hamzah Wasal (همزة وصل)

Hamzah yang dibaca hanya ketika berada di awal kalimat.
Contoh: اقْرَأْ

KEYWORD :

Puasa Ramadan Tadarus Alquran Ilmu Tajwid




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :