Kamis, 19/02/2026 07:06 WIB

Demokrat Bakal Boikot Pidato Kenegaraan Trump, Siap Gelar Demo





Sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat berencana memboikot pidato kenegaraan State of the Union Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presiden AS Donald Trump berbicara kepada para wartawan sebelum menaiki Marine One untuk berangkat ke New Jersey, di Gedung Putih, Washington, AS, 1 Agustus 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat berencana memboikot pidato kenegaraan State of the Union Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 24 Februari 2026 mendatang, dan memilih menggelar unjuk rasa di luar Gedung Capitol, Washington.

Para senator dan anggota DPR dari kubu liberal akan bergabung dalam acara bertajuk “People’s State of the Union” di National Mall, untuk memprotes kebijakan pemerintahan Partai Republik.

Di antara politisi yang dijadwalkan hadir termasuk Senator Jeff Merkley dari Oregon, Chris Murphy dari Connecticut, dan Chris Van Hollen dari Maryland, serta anggota DPR Becca Balint dari Vermont, Greg Casar dari Texas, dan Pramila Jayapal dari Washington.

Dikutip dari The Straits Times pada Kamis (19/2), belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih atas rencana boikot tersebut.

Aksi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik sejak Trump kembali memegang peran utama di panggung nasional. Tradisi pidato kenegaraan yang dulunya bersifat seremonial kini semakin sering menjadi arena pertarungan politik mengenai arah demokrasi Amerika.

Para anggota parlemen yang memilih berkumpul di luar Capitol mengatakan mereka ingin menantang langsung agenda Trump di hadapan publik.

"Donald Trump telah menjadikan pidato State of the Union bahan olok-olok, mengubah momen yang seharusnya menyatukan negara menjadi ajang kampanye untuk menyebarkan kebencian dan perpecahan," kata Senator Chris Murphy dalam pernyataannya.

Selain para politisi, warga konstituen yang terdampak kebijakan Trump juga akan berbicara dalam aksi tersebut. MeidasTouch, jaringan berita independen pro-demokrasi, serta kelompok liberal MoveOn Civic Action ikut menjadi penyelenggara.

Trump diperkirakan akan menyoroti pengesahan undang-undang besar pemotongan pajak dan belanja pada 2025, pertumbuhan ekonomi tahun lalu, serta langkah-langkahnya menekan arus migrasi di perbatasan selatan.

Sebagian anggota DPR progresif lain tetap akan menghadiri pidato tersebut, meski berencana menunjukkan ketidakpuasan dengan cara berbeda.

Anggota DPR Mark Pocan dari Wisconsin, misalnya, mengundang presiden Asosiasi Kedelai Wisconsin Doug Rebout. Produsen kedelai khawatir tarif Trump atas barang impor memicu balasan dari China yang mengganggu perdagangan dan menaikkan harga barang konsumsi.

Boikot Demokrat ini menambah daftar aksi protes yang mewarnai pidato tahunan tersebut dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari interupsi, poster demonstrasi, hingga penggunaan pakaian seragam untuk menonjolkan isu tertentu seperti hak perempuan.

Pada 2025, anggota DPR Al Green dari Texas berteriak menentang rencana pemangkasan Medicaid dan akhirnya dikeluarkan dari ruang sidang serta mendapat teguran dari DPR yang dikuasai Partai Republik.

Pada 2020, Trump menolak berjabat tangan dengan Ketua DPR saat itu, Nancy Pelosi. Pelosi kemudian merobek naskah pidato Trump secara demonstratif dan mengatakan setiap halaman berisi kebohongan.

Pidato State of the Union pertama kali disampaikan Presiden George Washington pada 1790 dalam laporan singkat 1.089 kata. Namun, tradisi itu kini berubah menjadi tontonan politik panjang dan penuh ketegangan di tengah polarisasi.

KEYWORD :

Demokrat boikot Trump State of the Union 2026 protes kebijakan Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :