Kamis, 19/02/2026 06:35 WIB

Kamp Al-Hol di Suriah Jebol, Ribuan Keluarga ISIS Kabur





Kamp Al-Hol di Suriah menahan keluarga militan ISIS (Foto: Reuters)

Damaskus, Jurnas.com - Ribuan keluarga dan kerabat militan ISIS melarikan diri dari kamp Al-Hol, Suriah timur laut, sejak pasukan pemerintah mengambil alih wilayah itu dari tangan paskan Kurdi blan lalu.

Bahkan, menurut laporan Reuters pada Rabu (18/2), jumlah keluarga yang tersisa di kamp perbatasan Irak tersebut kini kurang dari 1.000.

Al-Hol selama ini menjadi salah satu kamp utama penahanan bagi kerabat tersangka militan ISIS yang ditangkap dalam operasi militer yang didukung Amerika Serikat melawan kelompok jihadis tersebut di Suriah.

Penguasaan kamp berpindah tangan bulan lalu ketika pasukan pemerintah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa merebut sebagian besar wilayah timur laut dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, termasuk beberapa penjara yang menahan petempur ISIS.

Militer Amerika Serikat mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah menyelesaikan misi pemindahan 5.700 tahanan pria dewasa anggota ISIS ke Irak.

Jihan Hanna, mantan direktur kamp yang masih berkoordinasi dengan lembaga internasional dan pemerintah Suriah, mengatakan bahwa keluarga yang tersisa adalah warga negara Suriah dan sedang dipindahkan ke sebuah kamp di Aleppo.

Dia menambahkan sebagian besar warga negara asing yang sebelumnya berada di kamp itu telah melarikan diri. Pemerintah Suriah belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Menurut data terbaru per 19 Januari atau sehari sebelum pemerintah mengambil alih kamp, populasi Al-Hol mencapai 6.639 keluarga dengan total 23.407 orang, sebagian besar warga Suriah dan Irak, serta 6.280 warga asing dari lebih 40 negara.

UNHCR, badan pengungsi PBB, menyatakan pihaknya mengamati penurunan signifikan jumlah penghuni kamp Al-Hol dalam beberapa pekan terakhir, namun belum ada angka pasti mengenai populasi yang tersisa.

UNHCR juga menyebut administrasi kamp sempat meminta mereka tidak memasuki lokasi pada akhir pekan karena situasi tidak stabil, serta meningkatnya kecemasan di dalam kamp.

Sebelumnya, pemerintah Suriah menuduh SDF menarik diri dari Al-Hol pada 20 Januari tanpa koordinasi apapun. Sementara itu, SDF dalam pernyataannya menyatakan para pasukan terpaksa mundur.

"Pasukan terpaksa mundur dari kamp Al-Hol dan dikerahkan kembali ke wilayah sekitar kota-kota di Suriah utara karena meningkatnya risiko dan ancaman keamanan," demikian pernyataan resmi SDF.

Sumber keamanan pemerintah Suriah menyebut sebagian besar penghuni kamp melarikan diri dalam periode lima jam saat kamp tidak dijaga, dan beberapa pergi bersama pria yang datang menjemput kerabat mereka ke lokasi yang tidak diketahui.

Sumber keamanan tersebut dan seorang sumber dari organisasi non-pemerintah yang bekerja di sana mengatakan bagian kamp yang menampung penghuni paling berbahaya, dikenal sebagai annex, kini kosong melompong.

Para pelarian telah menyebar ke berbagai wilayah Suriah, dan otoritas keamanan bersama mitra internasional membentuk unit khusus untuk melacak serta memburu mereka yang dicari. Sebagian orang bahkan dilaporkan telah meninggalkan Suriah.

Di Lebanon, militer setempat telah memeriksa lebih dari selusin warga Lebanon yang masuk secara ilegal dari Suriah setelah meninggalkan Al-Hol, menurut sumber keamanan Lebanon.

KEYWORD :

kamp Al-Hol Suriah keluarga ISIS kabur krisis pengungsi Suriah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :