Kamis, 19/02/2026 04:05 WIB

Ngilu, Kaki Pria Ini Putus usai Terkena Kembang Api Imlek





Seorang pria kehilangan kaki kirinya setelah kembang api yang dia pasang meledak di depan rumahnya di Kota Segamat, Johor, Malaysia pada Selasa (17/2) lalu.

Kembang api saat perayaan Tahun Baru Imlek (Foto: Shutterstock)

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Seorang pria kehilangan kaki kirinya setelah kembang api yang dia pasang meledak di depan rumahnya di Kota Segamat, Johor, Malaysia pada Selasa (17/2) lalu.

Superintendent Mohd Jumazanzahir Chek Ismail, pejabat yang bertanggung jawab atas distrik kepolisian Segamat, mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 00.30 dini hari.

"Korban, yang berusia sekitar 30-an tahun, diyakini sedang bermain dengan jenis kembang api yang dikenal sebagai ‘shoot cake 4’D 16 shot (premium)’ di depan rumahnya bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek," katanya dalam pernyataan pada 18 Februari.

"Ia segera dilarikan ke zona merah Rumah Sakit Segamat untuk mendapatkan perawatan," Jumazanzahir menambahkan, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Rabu (18/2).

Dia mengatakan bahwa petugas medis telah memastikan pria itu harus menjalani amputasi kaki kiri di bawah lutut, dan saat ini dinyatakan dalam kondisi stabil.

Jumazanzahir menambahkan bahwa kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 6 dan 8 Undang-Undang Bahan Peledak 1957.

"Untuk pelanggaran menyebabkan ledakan yang membahayakan nyawa serta memiliki bahan peledak, hukum menetapkan hukuman penjara hingga tujuh tahun atau denda RM10.000 (S$3.200), atau keduanya," ujar dia.

Jumazanzahir mengingatkan masyarakat Malaysia agar hanya menggunakan kembang api yang disetujui di area terbuka serta mematuhi langkah-langkah keselamatan, karena penyalahgunaan dapat menyebabkan cedera serius dan tindakan hukum.

Diketahui, kembang api jenis shoot cake merupakan kembang api rakitan berbentuk kotak yang berisi beberapa tabung peluncur di dalam satu paket.

Saat dinyalakan, kembang api ini akan menembakkan rangkaian efek cahaya secara otomatis dan beruntun. Istilah `16 shot` berarti terdapat 16 kali tembakan atau peluncuran, sehingga daya ledaknya lebih besar dibanding petasan kecil biasa.

Jenis kembang api ini termasuk kategori yang lebih berisiko karena mengandung banyak muatan dalam satu unit, sehingga jika terjadi kegagalan fungsi atau pemasangan tidak stabil dapat memicu ledakan besar di dekat pengguna.

Karena itu, penggunaan shoot cake biasanya hanya aman dilakukan di area terbuka dengan jarak aman, dan kerap menjadi perhatian aparat karena potensi cedera serius serta pelanggaran aturan bahan peledak.

KEYWORD :

ledakan kembang api Johor Imlek di Malaysia kembang api meledak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :