Kamis, 19/02/2026 03:34 WIB

Pakistan Tak Mau Latah Kirim Militer ke Gaza, Minta Jaminan AS





Pakistan meminta kejelasan dari Amerika Serikat (AS) sebelum memutuskan mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF).

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, berpidato di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai secara virtual oleh India, di Islamabad, Pakistan, 4 Juli 2023. Handout via Reuters

Islamabad, Jurnas.com - Pakistan meminta kejelasan dari Amerika Serikat (AS) sebelum memutuskan mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF).

Islamabad ingin memastikan misi tersebut murni operasi penjaga perdamaian, bukan untuk melucuti Hamas, menurut tiga sumber pemerintah yang dikutip Reuters pada Rabu (18/2) kemarin.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dijadwalkan menghadiri pertemuan resmi pertama Board of Peace bentukan Presiden Donald Trump di Washington pada Jumat (19/2). Pertemuan itu akan diikuti delegasi dari sedikitnya 20 negara.

Trump yang memimpin rapat tersebut diperkirakan akan mengumumkan rencana rekonstruksi Gaza bernilai miliaran dolar serta memaparkan gagasan pembentukan pasukan stabilisasi yang mendapat mandat PBB untuk wilayah Palestina itu.

Tiga sumber pemerintah mengatakan Sharif ingin memahami tujuan ISF, dasar kewenangannya, serta rantai komando sebelum Pakistan memutuskan apakah akan mengerahkan pasukan.

Salah satu sumber yang merupakan ajudan dekat Sharif menyatakan Pakistan siap mengirim tentara, tetapi hanya dalam kerangka misi perdamaian. Dia menegaskan Pakistan tidak akan terlibat dalam peran lain seperti melucuti Hamas, yang menurutnya tidak mungkin dilakukan.

Dari 20 poin Rencana Gaza yang diusulkan Trump salah satunya mendorong penerjunan militer dari negara-negara Muslim untuk mengawasi masa transisi menuju rekonstruksi dan pemulihan ekonomi di wilayah yang hancur akibat perang. Washington juga dilaporkan meminta Islamabad agar ikut bergabung.

Para analis menilai Pakistan dapat menjadi aset penting dalam pasukan multinasional karena militernya berpengalaman, termasuk dalam konflik dengan India serta menghadapi pemberontakan bersenjata di dalam negeri.

Sumber pemerintah menyebut Pakistan dapat mengirim beberapa ribu tentara dalam waktu singkat, namun mereka perlu mengetahui secara pasti peran yang akan dijalankan di lapangan.

Dua sumber lainnya mengatakan Sharif kemungkinan akan bertemu Trump di sela-sela pertemuan atau keesokan harinya di Gedung Putih. Sharif sebelumnya pernah bertemu Trump di Davos awal tahun ini dan juga di Washington pada akhir tahun lalu.

Board of Peace awalnya dibentuk untuk memperkuat gencatan senjata di Gaza, namun Trump ingin badan itu memiliki peran lebih luas dalam menyelesaikan konflik global. Sejumlah negara bersikap hati-hati karena khawatir forum tersebut bisa menjadi pesaing PBB.

Pakistan mendukung pembentukan board tersebut, tetapi menyampaikan keberatan terhadap misi yang berpotensi mendemiliterisasi Hamas di Gaza.

KEYWORD :

militer Pakistan Gaza International Stabilization Force rencana Trump Gaza




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :