Kamis, 19/02/2026 03:31 WIB

Google dan Nvidia Umumkan Investasi AI Kelas Kakap di India





Raksasa teknologi Amerika Serikat mengumumkan sejumlah kesepakatan penting di India dalam AI Impact Summit di New Delhi pada Rabu (18/2) kemarin.

Logo perusahaan teknologi Nvidia terlihat di kantor pusatnya di Santa Clara, California 11 Februari 2015. REUTERS/Robert Galbraith

New Delhi, Jurnas.com - Raksasa teknologi Amerika Serikat mengumumkan sejumlah kesepakatan penting di India dalam AI Impact Summit di New Delhi pada Rabu (18/2) kemarin.

Google menyatakan akan membangun kabel bawah laut baru dari India, sementara Nvidia mengumumkan kerja sama dengan perusahaan komputasi untuk memperkuat pusat data berbasis kecerdasan buatan.

Konferensi AI Impact Summit tahun ini menjadi ajang keempat yang digelar untuk membahas tata kelola teknologi AI yang berkembang cepat. Bagi India, forum ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan posisi di sektor AI yang sedang booming secara global.

CEO Google Sundar Pichai mengatakan India memiliki prospek luar biasa dalam pengembangan AI dan Google ingin menjadi mitra strategis dalam perjalanan tersebut.

Google mengungkap rencana pembangunan koneksi kabel bawah laut langsung dari India menuju Singapura, Afrika Selatan, dan Australia. Perusahaan menilai proyek ini akan mempercepat konektivitas seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, termasuk untuk pengembangan sistem AI.

Langkah tersebut merupakan bagian dari investasi Google senilai US$15 miliar yang diumumkan Oktober lalu. Investasi itu ditujukan untuk membangun pusat data AI terbesar Google di luar Amerika Serikat, yang berlokasi di Visakhapatnam, kota pelabuhan di negara bagian Andhra Pradesh.

Pada hari yang sama, Nvidia yang berbasis di California menyampaikan akan bekerja sama dengan tiga penyedia layanan komputasi awan India. Kerja sama ini bertujuan menyediakan prosesor canggih untuk pusat data yang dapat melatih dan menjalankan sistem AI.

Summit di New Delhi dihadiri puluhan pemimpin dunia serta delegasi menteri. Mereka membahas peluang dan ancaman AI, mulai dari potensi hilangnya lapangan kerja hingga meningkatnya risiko misinformasi.

India pada 2025 melonjak ke posisi ketiga dalam peringkat global daya saing AI, melampaui Korea Selatan dan Jepang. Peringkat tersebut dihitung oleh para peneliti Stanford University.

Meski memiliki ambisi besar dan rencana pembangunan infrastruktur skala luas, para ahli menilai India masih memiliki jarak panjang sebelum mampu menyaingi dominasi Amerika Serikat dan China dalam inovasi AI.

Menteri IT India Ashwini Vaishnaw menyebut India memperkirakan investasi lebih dari US$200 miliar dalam dua tahun ke depan. Dari jumlah itu, sekitar US$90 miliar disebut sudah berkomitmen.

Penyedia pusat data dan komputasi awan asal Mumbai, L&T, juga mengumumkan kerja sama dengan Nvidia untuk membangun fasilitas yang mereka sebut sebagai “pabrik AI gigawatt terbesar di India”.

CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan proyek tersebut akan menjadi fondasi infrastruktur AI kelas dunia yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi India, meski tidak menyebut nilai investasi secara rinci.

Selain itu, Nvidia bekerja sama dengan pemain lain seperti Yotta, yang mengumumkan kesepakatan senilai US$2 miliar untuk memperoleh 20.000 prosesor AI kelas atas dari Nvidia.

Meski Huang tidak hadir langsung di konferensi, sejumlah tokoh besar teknologi AS turut datang, termasuk Sam Altman dari OpenAI, Alexandr Wang dari Meta, dan Bill Gates dari Microsoft.

Microsoft menyatakan akan menginvestasikan US$50 miliar dalam dekade ini untuk memperluas adopsi AI di negara berkembang. Sementara itu, perusahaan AI Anthropic dan raksasa IT India Infosys mengumumkan rencana membangun agen AI untuk industri telekomunikasi.

KEYWORD :

investasi AI India Google kabel bawah laut Nvidia pusat data AI




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :