Ilustrasi menyambut bulan Ramadan 2026 (Foto: Pexels/PNW Production)
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diumumkan setelah sidang isbat yang digelar Kemenag di Jakarta, pada Selasa (17/2).
Dengan keputusan itu, umat Muslim di Indonesia bersiap menyambut bulan suci dengan penuh suka cita. Kegembiraan menyambut Ramadan bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dasar dalam ajaran Islam dan sejumlah riwayat hadis.
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW kerap menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat tentang datangnya Ramadan. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dan Imam an-Nasa`i menyebut Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa telah datang bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, di mana Allah mewajibkan puasa, membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Dalam bulan itu terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan siapa yang tidak memperoleh kebaikannya maka ia termasuk orang yang merugi.
Riwayat lain yang dinisbatkan kepada Imam an-Nasa’i menyebutkan bahwa siapa yang bergembira atas datangnya Ramadan, jasadnya tidak akan disentuh api neraka.
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
“Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikit pun oleh api neraka.” (HR. an-Nasa’i)
Dalam literatur klasik seperti Durrotun Nasihin juga disebutkan bahwa kegembiraan menyambut Ramadan menjadi sebab diharamkannya jasad dari api neraka, meski para ulama mengingatkan pentingnya memahami kualitas sanad hadis tersebut.
Secara teologis, Ramadan memang memiliki keutamaan yang istimewa. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang hak dan batil.
Karena itu, kegembiraan menyambut Ramadan mencerminkan kesiapan hati menerima rahmat dan ampunan Allah SWT. Bulan ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, menahan hawa nafsu, dan memperbanyak amal ibadah.
Selain puasa, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga silaturahmi. Setiap amal kebaikan pada bulan ini diyakini dilipatgandakan pahalanya, sementara dosa-dosa berpeluang diampuni bagi mereka yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah.
Dengan demikian, kegembiraan menyambut Ramadan bukan sekadar euforia, melainkan bagian dari kesadaran religius. Sikap tersebut menjadi langkah awal untuk mengisi bulan suci dengan ibadah yang lebih khusyuk, produktif, dan penuh keberkahan. (*)
Wallahu a’lam bissawab.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Anjuran Berbahagia Menyambut Ramadan Bulan Ramadan Puasa Ramadan

























