Ilustrasi - Berbuka puasa Ramadan (Foto: Pexels/Sami Abdullah)
Jakarta, Jurnas.com - Memberikan hidangan kepada orang yang berbuka puasa termasuk amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada bulan Ramadhan.
Perbuatan ini bukan sekadar kepedulian sosial, melainkan ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Di bulan penuh keberkahan, kesempatan meraih pahala terbuka luas bagi siapa pun, baik orang berada maupun yang hidup sederhana.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaannya dalam hadits riwayat At-Tirmidzi:
Berbagai Metode Menentukan Hilal Awal Ramadan
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya: “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
100 Ucapan Minta Maaf untuk Sambut Bulan Ramadan
Hadits ini menunjukkan betapa luasnya karunia Allah. Bahkan memberi hidangan sederhana, seperti air minum atau beberapa butir kurma, tetap bernilai pahala besar apabila dilakukan dengan niat yang tulus.
Al-Qur`an juga menekankan pentingnya berbagi kepada sesama. Dalam Surah Al-Insan ayat 8–9, Allah SWT memuji orang-orang yang memberi makan kepada mereka yang membutuhkan:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا • إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Artinya: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. (Mereka berkata), ‘Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dan tidak pula ucapan terima kasih darimu.’”
Ayat tersebut menegaskan bahwa berbagi makanan merupakan amal yang lahir dari keikhlasan dan ketakwaan, bukan sekadar kebiasaan Ramadhan.
Selain itu, memberi makan saat berbuka juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Puasa yang bersifat ibadah pribadi dipadukan dengan kepedulian sosial yang nyata.
Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan individu, tetapi juga mendorong umatnya menghadirkan manfaat bagi orang lain. Melalui kegiatan berbagi, empati tumbuh dan kesenjangan sosial dapat diperkecil.
Para ulama pun menjelaskan bahwa keutamaannya tidak tergantung pada kemewahan hidangan. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan kesederhanaan dalam berbuka. Selama dilakukan dengan niat ikhlas dan iman, pahala tetap mengalir.
Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk melatih kepekaan hati dan memperbanyak amal. Memberi makan orang yang berbuka bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menumbuhkan rasa kasih sayang serta semangat berbagi. Amalan sederhana ini diharapkan menjadi sebab turunnya rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Berbuka Puasa Bulan Ramadan Sedekah di Bulan Puasa


























