Pos pemeriksaan perbatasan Pakistan-Afganistan hancur usai diserang Taliban (Foto: Reuters)
Peshawar, Jurnas.com - Serangan kelompok militan dengan menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak ke pos pemeriksaan militer di barat laut Pakistan, menewaskan 11 personel keamanan dan seorang anak.
Militer menyebut serangan yang terjadi pada Senin (16/2) kemarin di distrik Bajur, wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, juga melukai tujuh orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Para pelaku disebut menghantam dinding pos pemeriksaan setelah pasukan keamanan menggagalkan upaya mereka memasuki kompleks hunian bagi tentara.
Militer Pakistan menambahkan bahwa 12 penyerang tewas ketika mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (17/2).
Kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
TTP telah melancarkan perang melawan negara sejak 2007 dengan tujuan menerapkan versi pemerintahan Islam yang sangat ketat di negara mayoritas Muslim itu. Kelompok tersebut meningkatkan serangan sejak mencabut gencatan senjata dengan Islamabad pada akhir 2022.
Pakistan selama ini menuduh Afghanistan menyediakan tempat aman bagi para militan, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintahan Taliban di Kabul.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kebangkitan militansi di Pakistan. Awal bulan ini, sebuah pemboman langka di masjid ibu kota Islamabad menewaskan lebih dari 30 orang saat salat Jumat.
Aksi itu diklaim oleh kelompok Negara Islam (ISIS), memicu kekhawatiran bahwa Pakistan menghadapi kebangkitan kekerasan ekstremis di berbagai wilayah sekaligus.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
serangan militan Pakistan Taliban Pakistan TTP kekerasan perbatasan Afghanistan



























