Kapal tanker GRINCH milik Rusia (Foto: Reuters)
Marseille, Jurnas.com - Otoritas Prancis membebasakn kapal tanker minyak GRINCH yang sempat disita, setelah perusahaan pemilik kapal membayar denda bernilai jutaan euro, pada Selasa (17/2).
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa upaya menghindari sanksi Eropa akan menimbulkan konsekuensi finansial, sebagaimana dikutip dari Reuters.
“Mengakali sanksi Eropa ada harganya. Rusia tidak lagi bisa membiayai perang dengan impunitas melalui armada hantu di lepas pantai kami,” tulis Barrot dalam unggahan di platform X.
Kapal GRINCH disita di Laut Mediterania bulan lalu dan kemudian dialihkan untuk berlabuh di dekat kota pelabuhan Marseille, setelah dicurigai menjadi bagian dari armada bayangan (shadow fleet), yang memungkinkan Rusia mengekspor minyak meski dikenai sanksi internasional.
Otoritas Prancis menyebut kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Murmansk di Rusia pada awal Januari dan berlayar menggunakan bendera Komoro.
Pihak berwenang juga menyatakan perusahaan pemilik kapal diperintahkan membayar denda karena tidak dapat memberikan pembenaran atas status bendera kapal tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dituding mengoperasikan armada bayangan, yakni jaringan kapal tanker yang digunakan untuk mengangkut minyak ke pasar global dengan cara menyamarkan asal muatan dan kepemilikan kapal.
Armada ini sering beroperasi dengan mengganti bendera kapal, mematikan sistem pelacakan, serta menggunakan perusahaan perantara untuk menghindari pembatasan ekspor energi yang diberlakukan negara-negara Barat sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
kapal tanker GRINCH Rusia armada bayangan Rusia sanksi minyak Rusia Eropa



























