Minggu, 15/02/2026 22:54 WIB

AS dan Jepang Perkuat Hubungan Hadapi Tekanan China





Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menekankan komitmen untuk memperdalam hubungan bilateral

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi (Foto: Bloomberg)

Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menekankan komitmen untuk memperdalam hubungan bilateral, di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

Kedua pejabat sepakat perlunya memodernisasi kerja sama keamanan ekonomi dan membahas langkah perdagangan serta pembatasan ekspor terbaru Beijing terhadap Jepang, menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS setelah pembicaraan mereka di Munich pada Sabtu (14/2) kemarin.

China meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Jepang setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan Tokyo mungkin akan membantu Taiwan, jika terjadi konflik dengan China.

Pada Januari, Beijing memberlakukan sejumlah kontrol ekspor ke Jepang. Kementerian Perdagangan China melarang penjualan semua barang yang memiliki kegunaan ganda ke Jepang, baik untuk keperluan militer tujuan lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan militer, tanpa rincian lebih lanjut.

Tokyo mengkritik pembatasan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, sehingga semakin memperburuk hubungan yang memang sudah tegang antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyinggung sejarah agresi Jepang pada Perang Dunia II dalam komentarnya di Konferensi Keamanan Munich. Dia memperingatkan Takaichi agar tidak kembali pada militarisme dan menyebut dukungannya terhadap Taiwan sebagai perkembangan yang sangat berbahaya bagi Asia.

Pernyataan Wang dipandang sebagai teguran terhadap Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, yang dalam penampilannya di Forum Keamanan Munich berupaya meredakan ketegangan dengan Beijing.

"Meski kita memiliki perbedaan dan ketidaksepakatan, sikap Jepang sangat jelas. Kami selalu terbuka untuk dialog. Kami tidak akan menutup saluran komunikasi apapun, terlepas dari perbedaan yang ada,” kata Koizumi.

Ketegangan Jepang-China terkait Taiwan dan kebijakan keamanan regional kini menjadi salah satu isu utama di Asia-Pasifik. Penguatan kerja sama AS-Jepang dipandang sebagai upaya menyeimbangkan pengaruh Beijing di kawasan, sekaligus menjaga stabilitas di tengah persaingan geopolitik yang semakin tajam.

KEYWORD :

hubungan AS Jepang tekanan China terhadap Jepang ketegangan Taiwan Beijing Tokyo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :