Minggu, 15/02/2026 21:17 WIB

Uni Eropa Belum Siap Beri Kepastian Keanggotaan Ukraina





Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan negara-negara anggota UE belum siap memberikan tanggal pasti bagi Ukraina untuk bergabung

Bendera Uni Eropa berkibar di luar Komisi Eropa di Brussels, Belgia, 8 November 2023. REUTERS

Munich, Jurnas.com - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan negara-negara anggota UE belum siap memberikan tanggal pasti bagi Ukraina untuk bergabung, meski Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak hal tersebut.

Zelensky kembali menegaskan pada Sabtu (14/2) kemarin bahwa dia membutuhkan tanggal keanggotaan sebagai bagian dari jaminan keamanan dalam paket perdamaian akhir dengan Rusia.

"Saya merasa negara-negara anggota belum siap memberikan tanggal yang konkret," kata Kallas dalam sebuah panel di Konferensi Keamanan Munich.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," dia menambahkan.

Dikutip dari The Straits Times pada Minggu (15/2), para diplomat menyebut bahwa keanggotaan Ukraina di Uni Eropa pada 2027 sempat dicantumkan dalam rancangan rencana perdamaian 20 poin yang dibahas antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Uni Eropa, sebagai langkah untuk menjamin kemakmuran ekonomi Ukraina setelah perang berakhir.

Namun, banyak pemerintah UE menilai tanggal tersebut, atau tanggal tetap lainnya, tidak realistis karena proses aksesi Uni Eropa didasarkan pada pencapaian. Kemajuan hanya dapat terjadi jika suatu negara berhasil menyesuaikan hukum dan kebijakannya dengan standar UE.

Presiden Latvia Edgars Rinkevics menggemakan pernyataan Kallas, tetapi juga menyatakan harapan akan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih kecil.

"Ya, kami memahami bahwa Ukraina dibutuhkan di Uni Eropa, dan ketika berbicara dengan banyak kepala negara, saya merasakan belum ada kesiapan untuk menerima sebuah tanggal," ujar Edgars.

Perdebatan soal keanggotaan Ukraina menjadi isu strategis penting bagi UE, terutama di tengah perang yang masih berlangsung. Meski banyak negara mendukung Ukraina secara politik dan militer, pemberian tanggal resmi aksesi tetap dianggap sensitif karena menyangkut kesiapan reformasi internal Ukraina serta konsensus penuh di antara seluruh anggota Uni Eropa.

KEYWORD :

keanggotaan Ukraina Uni Eropa Kaja Kallas UE aksesi UE Ukraina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :