Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, Indonesia, pada 6 September 2023. Foto: via Reuters
Johor Bahru, Jurnas.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menolak memberikan komentar panjang terkait krisis yang sedang terjadi di Partai Bersatu, setelah partai oposisi pemerintah tersebut memecat sejumlah anggotanya.
"Biar mereka bertarung dulu," kata Anwar selaku Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) ketika ditanya mengenai status Datuk Seri Hamzah Zainudin sebagai ketua oposisi setelah ia dikeluarkan dari Bersatu, dikutip dari The Street Times pada Sabtu (15/2).
Anwar menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan seusai menghadiri pertemuan tertutup PKR pada 15 Februari. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin PKR diminta bekerja lebih keras dan meningkatkan upaya untuk memperkuat partai.
Menurut seorang pemimpin PKR yang enggan disebutkan namanya, Datuk Seri Anwar juga mengingatkan para anggota agar menggunakan jalur internal partai untuk menyampaikan pandangan dan keluhan, bukan membawanya ke ruang publik.
Sumber itu mengatakan Anwar mendorong seluruh cabang partai mengadakan rapat agar setiap pandangan dan keberatan dapat dipertimbangkan oleh pimpinan tertinggi melalui notulen pertemuan.
Dia juga menyebut Anwar, yang menjabat sebagai Perdana Menteri, menyinggung kontroversi terbaru terkait Komisioner Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) Tan Sri Azam Baki, dengan menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan.
Anwar menekankan bahwa pihak yang ingin mengubah sistem seharusnya mengajukan usulan konkret, bukan sekadar melontarkan tudingan. Pejabat tersebut menambahkan bahwa Anwar turut memaparkan berbagai reformasi yang sedang dijalankan pemerintah, termasuk reformasi di sektor layanan sipil.
"Dia mengatakan dibutuhkan nyali dan keberanian untuk memungut pajak dari orang-orang berkuasa, termasuk para miliarder," ujar pejabat itu.
Anwar dalam kesempatan itu menyinggung kondisi ekonomi Malaysia yang dinilai kuat dan telah melampaui berbagai proyeksi sebelumnya.
Dalam konteks politik Malaysia, konflik internal di tubuh partai oposisi seperti Bersatu berpotensi memengaruhi dinamika parlemen dan stabilitas politik nasional. Situasi ini juga menjadi sorotan karena dapat berdampak pada arah reformasi yang tengah dijalankan pemerintah.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
krisis Bersatu Malaysia PM Anwar Ibrahim konflik oposisi Malaysia
























