Demonstrasi di Iran (Foto: AP)
Teheran, Jurnas.com - Aparat keamanan Iran mendatangi rumah keluarga Nakhii sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka membangunkan dua perempuan yang sedang tidur, Nyusha dan Mona, lalu memaksa keduanya memberikan kata sandi ponsel. Setelah itu, mereka membawa kedua perempuan tersebut pergi.
Kedua wanita itu dituduh ikut serta dalam aksi protes nasional yang mengguncang Iran sepekan sebelumnya. Salah seorang teman yang berbicara anonim kepada The Associated Press, menjelaskan penangkapan terjadi pada 16 Januari.
Dikutip dari AP pada Sabtu (14/2), penangkapan seperti ini telah berlangsung selama beberapa pekan setelah tindakan keras pemerintah bulan lalu yang berhasil memadamkan gelombang protes yang menyerukan diakhirinya pemerintahan teokratis di negara itu.
Laporan penggerebekan rumah dan tempat kerja muncul dari kota-kota besar hingga wilayah pedesaan, menunjukkan operasi penyisiran luas yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat Iran.
Mahasiswa, dokter, pengacara, guru, aktor, pemilik usaha, atlet, hingga pembuat film ikut ditangkap, termasuk tokoh reformis yang dekat dengan Presiden Masoud Pezeshkian.
Para tahanan sering kali ditahan tanpa komunikasi selama berhari-hari atau berminggu-minggu dan dilarang menghubungi keluarga maupun pengacara, menurut para aktivis yang memantau penangkapan. Kondisi itu membuat banyak kerabat putus asa mencari keberadaan orang-orang tercinta.
Lembaga Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan jumlah penangkapan telah melampaui 50.000 orang, meski Associated Press belum dapat memverifikasi angka tersebut.
Pelacakan para tahanan semakin sulit karena otoritas Iran memberlakukan pemadaman internet, sehingga informasi hanya bisa keluar dengan sangat terbatas.
Kelompok-kelompok aktivis lain di luar Iran juga berupaya mendokumentasikan gelombang penangkapan ini.
“Pihak berwenang terus mengidentifikasi orang-orang dan menahan mereka,” kata Shiva Nazarahari, seorang pengorganisir dari Komite Pemantau Status Demonstran yang Ditahan.
Sejauh ini, komite tersebut telah memverifikasi nama lebih dari 2.200 orang yang ditangkap melalui laporan langsung keluarga serta jaringan kontak di lapangan. Mereka yang ditahan mencakup 107 mahasiswa, 82 anak-anak berusia mulai 13 tahun, serta 19 pengacara dan 106 dokter.
Nazarahari mengatakan aparat meninjau rekaman kamera jalanan milik pemerintah kota, kamera pengawas toko, hingga rekaman drone untuk melacak para peserta protes sampai ke rumah atau tempat kerja mereka, sebelum akhirnya ditangkap.
Dalam situasi seperti ini, penangkapan massal sering digunakan pemerintah otoriter untuk melemahkan gerakan oposisi. Aktivis hak asasi menilai tindakan semacam itu dapat memperburuk ketegangan sosial dan meningkatkan kecaman internasional terhadap Iran.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
penangkapan demonstran Iran operasi aparat keamanan protes anti pemerintah Iran












