Sabtu, 14/02/2026 20:57 WIB

China Peringatkan AS soal Taiwan, Menlu Sebut Risiko Konfrontasi





China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak ikut campur dalam konflik Taiwan yang dinilai bisa memicu konfrontasi langsung dengan Beijing

Menlu China Wang Yi (Foto: AFP/Attila KISBENEDEK/AFP)

Beijing, Jurnas.com - China memperingatkan Amerika Serikat agar tidak ikut campur dalam konflik Taiwan yang dinilai bisa memicu konfrontasi langsung dengan Beijing. Peringatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Jerman, pada Sabtu (14/2).

Wang mengatakan AS berpotensi mengadopsi kebijakan yang menghasut dan merencanakan pemisahan China melalui Taiwan, sesuatu yang menurutnya akan melewati garis merah Beijing.

"Hal ini sangat mungkin menyebabkan konfrontasi antara China dan Amerika Serikat," kata Wang dikutip dari Arab News.

Meski begitu, Wang menyatakan China berharap Washington tetap mengambil pendekatan yang positif dan pragmatis, namun Beijing juga siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya.

Sementara itu, Amerika Serikat selama ini menjadi pendukung utama Taiwan, termasuk pemasok senjata terbesar, sehingga peran Washington dinilai sangat krusial jika terjadi konflik China-Taiwan.

Taiwan merupakan pulau dengan pemerintahan demokratis yang selama puluhan tahun menjadi titik sensitif dalam rivalitas geopolitik Washington-Beijing. Dukungan militer AS kepada Taipei kerap dipandang China sebagai campur tangan terhadap kedaulatan nasionalnya.

Ketegangan di Selat Taiwan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring latihan militer China yang lebih intens dan peningkatan kerja sama pertahanan Taiwan dengan Amerika Serikat. Para analis menilai isu Taiwan kini menjadi salah satu pemicu paling berbahaya dalam hubungan kedua negara.

Selain Taiwan, Wang juga menyinggung hubungan Beijing dengan Tokyo yang kembali tegang sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjabat pada Oktober. Dia memperingatkan masyarakat Jepang agar tidak dimanipulasi kelompok sayap kanan ekstrem yang disebut ingin menghidupkan kembali militerisme.

"Rakyat Jepang tidak boleh lagi membiarkan diri mereka dimanipulasi atau ditipu oleh kekuatan sayap kanan ekstrem, atau oleh mereka yang berupaya menghidupkan kembali militerisme," ujar dia.

KEYWORD :

China Taiwan AS Menlu Wang Yi Ketegangan Selat Taiwan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :