Sabtu, 14/02/2026 08:54 WIB

Prabowo Bakal Atasi Masalah Sampah dari Tingkat Desa hingga Ibu Kota





Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, semua sektor, termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negar

Presiden Prabowo Subianto menyinggung masalah sampah saat berbicara dalam forum Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, Jumat (Foto: Setneg)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kebersihan lingkungan seperti penataan sampah. Menurutnya, Indonesia harus berani membenahi mulai dari tingkat desa hingga ibu kota.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berbicara dalam forum Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan strateginya untuk menyetop sampah rumah tangga menumpuk di tempat pembuangan sementara atau tempat pembuangan akhir (TPA), menggunakan teknologi pengolahan sampah skala mikro buatan beberapa kampus dalam negeri.

"Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, semua sektor, termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya, kita akan buktikan," kata Presiden Prabowo dikutip Setneg.

Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada sejumlah lembaga pendidikan dalam negeri yang saat ini membangun teknologi pengolahan sampah skala mikro, yang rencananya akan digunakan untuk mengolah sampah domestik di tingkat desa/kelurahan.

“Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita. Di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut memperkenalkan gerakan “ASRI” yang merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah. “Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan seluruh kota-kota besar Indonesia,” tambahnya.

Terkait pengolahan sampah skala mikro, Presiden pada minggu ini telah menerima laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam rapat terbatas di Istana.

Brian menjelaskan kementeriannya akan mempercepat tahapan pengembangannya, termasuk uji coba teknologi pengolahan skala mikro tersebut. Targetnya, uji coba itu dapat dilakukan di beberapa kelurahan dan desa pada tahun ini.

"Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan. Kita akan segera pilih. Ada juga (yang) akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan, lebih efektif," ujar Brian dikutip Antara.

Beberapa teknologi pengolahan sampah yang dibahas itu di antaranya menggunakan metode gasifikasi, kemudian plasma-assistend, dan reaktor plasma dingin. "Kami akan kaji lagi mana yang paling baik," tambah dia. (*)

 
KEYWORD :

Presiden RI Prabowo Subianto Masalah Sampah Kebesihan Lingkungan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :