Ilustrasi sedang mengolah cokelat hitam (Foto: Pexels/Anna Tarazepich)
Jakarta, Jurnas.com - Bagi pecinta cokelat, pertanyaan ini kerap muncul: apakah aman makan cokelat setiap hari? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena sangat bergantung pada jenis cokelat, jumlah konsumsi, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Sejumlah penelitian yang dirangkum dari laman kesehatan seperti EatingWell menunjukkan bahwa konsumsi rutin dark chocolate dalam jumlah wajar justru dapat memberi manfaat. Namun, para ahli menekankan bahwa efeknya berbeda dibandingkan milk chocolate atau white chocolate yang umumnya lebih tinggi gula dan lemak tambahan.
Dampak Cokelat pada Suasana Hati
Cokelat mengandung senyawa bioaktif yang memicu pelepasan endorfin dan serotonin di otak. Dua zat kimia ini berperan dalam menciptakan rasa nyaman dan bahagia, sehingga tidak mengherankan bila cokelat kerap menjadi pilihan saat stres atau menjelang menstruasi.
Selain itu, kandungan flavonoid pada dark chocolate juga dikaitkan dengan perbaikan suasana hati. Dalam sebuah studi kecil, konsumsi sekitar 30 gram dark chocolate berkadar kakao tinggi selama beberapa minggu dilaporkan membantu menurunkan mood negatif secara signifikan.
Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Dark chocolate kaya akan flavonoid, antioksidan yang juga ditemukan pada teh dan buah beri. Senyawa ini membantu menjaga elastisitas pembuluh darah, memperbaiki aliran darah, serta berpotensi menurunkan risiko hipertensi dan penggumpalan darah.
Karena itu, konsumsi dalam porsi moderat dinilai dapat mendukung kesehatan kardiovaskular. Meski demikian, manfaat ini terutama dikaitkan dengan cokelat berkadar kakao tinggi dan rendah tambahan gula.
Sumber Magnesium dan Zat Besi
Selain antioksidan, dark chocolate mengandung magnesium yang berperan dalam fungsi otot dan saraf. Kandungan ini kerap dikaitkan dengan membantu meredakan kram, termasuk kram menstruasi.
Dark chocolate juga mengandung zat besi dalam jumlah cukup tinggi. Dalam takaran sekitar 50 gram, kandungannya dapat menyumbang sebagian signifikan kebutuhan harian zat besi, terutama bila dikonsumsi bersama sumber vitamin C untuk membantu penyerapannya.
Manfaat bagi Fungsi Otak
Flavonoid dalam cokelat turut dikaitkan dengan peningkatan aliran darah ke otak. Kondisi ini berpotensi mendukung daya ingat, konsentrasi, serta fungsi kognitif secara umum.
Beberapa penelitian observasional bahkan menunjukkan hubungan antara konsumsi cokelat dan performa kognitif yang lebih baik. Namun, temuan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan hubungan sebab-akibat.
Risiko Jika Dikonsumsi Berlebihan
Di sisi lain, cokelat tetap mengandung lemak jenuh dan kalori yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan, terutama pada produk tinggi gula, dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolik.
Isu lain yang sempat menjadi perhatian adalah temuan kandungan logam berat seperti timbal dan kadmium pada sebagian produk cokelat hitam. Meski kadarnya bervariasi dan belum merata pada semua merek, konsumen dianjurkan memilih produk berkualitas dari produsen terpercaya dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Berapa Batas Aman Makan Cokelat?
Para ahli umumnya menyarankan konsumsi sekitar 30 hingga 50 gram dark chocolate per hari sebagai batas moderat. Jumlah ini dinilai cukup untuk memperoleh manfaat antioksidan tanpa meningkatkan risiko asupan gula dan lemak berlebih.
Dengan demikian, makan cokelat setiap hari bukanlah hal yang sepenuhnya buruk, asalkan jenis dan porsinya tepat. Dark chocolate berkadar kakao tinggi dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, sementara konsumsi berlebihan tetap berisiko bagi kesehatan jangka panjang. (*)
Sumber: EatingWell, serta berbagai sumber lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Manfaat cokelat efek samping cokelat cara menikmati cokelat dark chocolate













