Ilustrasi cokelat hitam (Foto: Pexels/Vie Studio)
Jakarta, Jurnas.com - Cokelat kerap disebut sebagai simbol cinta dan kerap hadir dalam momen romantis seperti Hari Valentine. Namun di balik citranya yang manis, terutama pada jenis dark chocolate, muncul klaim bahwa cokelat mampu membangkitkan gairah seksual atau libido.
Pertanyaannya, apakah anggapan tersebut didukung bukti ilmiah atau sekadar mitos populer? Sejumlah studi menunjukkan bahwa cokelat memang mengandung senyawa aktif yang berpengaruh pada suasana hati, energi, dan aliran darah, tiga faktor yang berperan dalam respons seksual.
Memahami Libido dan Faktor yang Mempengaruhinya
Secara medis, libido adalah dorongan alami terhadap aktivitas seksual yang dipengaruhi faktor fisik, hormonal, emosional, dan psikologis. Karena itu, setiap zat yang berdampak pada mood, hormon, dan sirkulasi darah berpotensi memengaruhi gairah secara tidak langsung.
Dalam konteks ini, dark chocolate menjadi perhatian karena kandungan flavonoidnya yang tinggi. Flavonoid, khususnya epicatechin, diketahui membantu meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah.
Pengaruh Cokelat terhadap Respons Seksual
Sirkulasi darah yang lebih baik berperan penting dalam fungsi seksual, baik pada pria maupun perempuan. Aliran darah yang optimal meningkatkan sensitivitas dan respons area genital, yang merupakan komponen biologis utama dalam gairah.
Selain itu, cokelat mengandung senyawa seperti serotonin dan endorfin yang berkaitan dengan perasaan nyaman dan bahagia. Saat suasana hati membaik dan tingkat stres menurun, keinginan seksual cenderung meningkat.
Cokelat juga mengandung phenylethylamine (PEA), zat kimia yang sering disebut sebagai “molekul jatuh cinta” karena dilepaskan tubuh saat seseorang merasakan ketertarikan romantis. Senyawa ini menstimulasi sistem saraf pusat dan dapat memunculkan sensasi euforia ringan.
Tak hanya itu, kandungan kafein dan teobromin dalam cokelat memberikan efek stimulan ringan yang membantu meningkatkan energi dan stamina. Kombinasi ini dapat mendukung performa fisik, termasuk dalam aktivitas seksual.
Peran dalam Mengurangi Stres dan Menjaga Kesehatan Jantung
Stres merupakan salah satu faktor utama yang menurunkan libido. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi dark chocolate dalam jumlah moderat dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol, sehingga tubuh lebih rileks dan terbuka terhadap keintiman.
Cokelat hitam juga dikenal baik untuk kesehatan kardiovaskular karena membantu menjaga fungsi pembuluh darah. Mengingat fungsi seksual sangat bergantung pada kesehatan jantung dan sirkulasi, manfaat ini menjadi relevan dalam pembahasan libido.
Fakta atau Mitos?
Secara ilmiah, cokelat bukanlah afrodisiak instan atau obat peningkat libido. Namun sebagai mood enhancer alami, dark chocolate memiliki kombinasi senyawa yang dapat mendukung suasana hati, energi, dan aliran darah—tiga komponen penting dalam respons seksual.
Dengan kata lain, cokelat bukan “ramuan ajaib”, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menunjang kualitas hubungan. Konsumsi tetap perlu dibatasi dan seimbang, karena manfaatnya optimal jika dikaitkan dengan pola hidup sehat secara keseluruhan. (*)
Sumber: Healthshots dan berbagai sumber lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Manfaat cokelat Gairah Seksual Cokelat dan Seksualitas Cokelat Hitam












