Port of Keelung di Taiwan (Foto: Reuters)
Washington, Jurnas.com - Pemerintah Amerika Serikat dan Taiwan menandatangani perjanjian dagang timbal balik yang menetapkan tarif impor AS untuk produk asal Taiwan sebesar 15 persen, sekaligus komitmen Taiwan untuk menurunkan atau menghapus tarif atas hampir semua barang dari Amerika.
Dokumen yang dirilis Kantor Perwakilan Dagang AS pada Kamis (12/2) juga menyebut Taiwan akan meningkatkan pembelian barang AS sepanjang 2025 hingga 2029, termasuk US$44,4 miliar untuk gas alam cair dan minyak mentah.
Selain itu, Taiwan akan membeli US$15,2 miliar pesawat sipil dan mesin, US$25,2 miliar peralatan jaringan listrik dan generator, serta perlengkapan maritim dan industri baja.
Kesepakatan ini melengkapi kerangka perjanjian yang dicapai Januari lalu, yang menurunkan tarif produk Taiwan, termasuk dari sektor semikonduktor, menjadi 15 persen dari sebelumnya 20 persen yang sempat diberlakukan Presiden Donald Trump.
Tarif tersebut membuat Taiwan sejajar dengan pesaing ekspor utamanya di Asia seperti Korea Selatan dan Jepang, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Jumat (13/2).
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyebut perjanjian ini sebagai momen penting bagi ekonomi Taiwan untuk melakukan transformasi besar dan memperkuat kemitraan strategis teknologi tinggi dengan AS.
Taiwan juga mendapatkan pengecualian tarif timbal balik untuk lebih dari 2.000 jenis produk ekspor ke AS, sehingga rata-rata tarif impor AS atas barang Taiwan turun menjadi 12,33 persen, kata Lai.
Namun, perjanjian ini masih harus mendapat persetujuan parlemen Taiwan, yang saat ini secara mayoritas dipegang oleh pihak oposisi.
Kesepakatan Januari sebelumnya juga mencakup janji investasi perusahaan Taiwan sebesar US$250 miliar untuk meningkatkan produksi semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan di AS, termasuk komitmen US$100 miliar dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp (TSMC).
Dalam teks final, Taiwan akan bekerja sama dengan otoritas AS untuk memfasilitasi investasi baru di sektor manufaktur teknologi strategis, termasuk AI, semikonduktor, dan elektronik maju.
Perjanjian ini langsung menghapus tarif Taiwan hingga 26 persen atas sejumlah produk pertanian AS seperti daging sapi, susu, dan jagung.
Namun beberapa tarif masih hanya turun sebagian, termasuk tarif 40 persen untuk pork belly dan 32 persen untuk ham yang akan diturunkan menjadi 10 persen.
AS juga menyebut Taiwan akan menghapus hambatan non-tarif untuk kendaraan bermotor dan menerima standar keselamatan otomotif AS, serta melonggarkan aturan untuk alat kesehatan dan farmasi.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan perjanjian ini akan memperluas peluang ekspor bagi petani, nelayan, pekerja, dan produsen Amerika, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di sektor teknologi tinggi.
Data Biro Sensus AS menunjukkan defisit perdagangan AS dengan Taiwan melonjak menjadi US$126,9 miliar dalam 11 bulan pertama 2025, naik dari US$73,7 miliar sepanjang 2024, terutama akibat peningkatan impor chip AI canggih dari Taiwan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
tarif AS Taiwan perjanjian dagang Taiwan ekspor semikonduktor Taiwan



















