Jum'at, 13/02/2026 19:23 WIB

Konflik Internal, Pemimpin Oposisi Malaysia Hamzah Zainudin Dipecat





Pemimpin oposisi Malaysia Hamzah Zainudin resmi dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), yang berlaku efektif mulai 13 Februari 2026.

Pemimpin oposisi Malaysia, Hamzah Zainudin (Foto: Bernama)

Petaling Jaya, Jurnas.com - Pemimpin oposisi Malaysia Hamzah Zainudin resmi dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), yang berlaku efektif mulai 13 Februari 2026.

Ketua dewan disiplin Bersatu Mohd Radzi Manan mengatakan keputusan itu diambil dalam rapat dewan pada 12 Februari dan dilakukan berdasarkan Klausul 22.5 aturan partai.

Hamzah, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Bersatu, diberhentikan dari seluruh hak keanggotaan partai, meski masih memiliki peluang mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Sekretaris Jenderal Bersatu Azmin Ali menyebut pimpinan tertinggi partai telah diberi tahu mengenai pemecatan tersebut. Mitra koalisi Bersatu dalam Perikatan Nasional, Partai Islam Se-Malaysia (PAS), mengaku terkejut dengan langkah itu.

“Keputusan Bersatu ini mengejutkan kami dan PAS berharap konflik internal ini bisa segera diselesaikan,” kata Wakil Presiden PAS Tuan Ibrahim Tuan Man, dikutip dari The Straits Times pada Jumat (13/2).

Konflik internal di tubuh oposisi ini diperkirakan akan memanas pada akhir pekan, ketika para ketua divisi Bersatu disebut akan berkumpul mendukung Hamzah dan menuntut pengunduran diri presiden partai Muhyiddin Yassin.

Pertemuan yang dijadwalkan pada 14 Februari itu disebut melibatkan 120 dari total 202 pimpinan divisi Bersatu di seluruh negeri.

Situasi ini terjadi setelah Hamzah baru kembali dari Australia dan tidak menghadiri sidang dewan disiplin pada 12 Februari. Hamzah dituduh melakukan sabotase terhadap partai serta berupaya menggulingkan Muhyiddin dalam muktamar terakhir.

Seorang sumber partai menyebut akan ada pertemuan besar untuk memberi tekanan kepada Muhyiddin agar mundur, dan Hamzah juga diperkirakan menggelar konferensi pers pada 15 Februari.

Ketegangan antara kedua tokoh itu disebut semakin dalam dalam beberapa bulan terakhir. Kelompok pendukung Hamzah sebelumnya mengklaim telah mengantongi 120 surat pernyataan dukungan (statutory declarations/SD) melawan Muhyiddin, tetapi dokumen tersebut tidak pernah dipublikasikan. Sebagian pimpinan partai pun meragukan klaim tersebut.

Seorang pejabat anonim mengatakan mereka masih menunggu bukti SD yang dijanjikan, sambil menyebut angka 120 seperti menjadi angka sakti kubu Hamzah.

Ketegangan juga bertambah setelah anggota parlemen Tasek Gelugor, Wan Saiful Wan Jan, mengunggah tangkapan layar pada 13 Februari yang disebut menunjukkan 16 anggota parlemen Bersatu telah menandatangani SD mendukung Hamzah sebagai presiden.

Daftar itu dilaporkan mencakup Saifuddin Abdullah, Wan Ahmad Fayhsal Wan Ahmad Kamal, dan Ikmal Hisham Abdul Aziz, serta sejumlah nama lainnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Bersatu Ronald Kiandee juga menuduh pimpinan menyalahgunakan prosedur disiplin dan menyerukan agar Muhyiddin mundur demi memulihkan kepercayaan dalam Bersatu dan koalisi Perikatan Nasional.

KEYWORD :

Hamzah Zainudin Bersatu Konflik internal oposisi Malaysia Perikatan Nasional terbaru




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :