Jum'at, 13/02/2026 18:07 WIB

KKP Fasilitasi UMKM Perikanan Tembus Belasan Retail Skala Nasional





Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah produk kelautan dan perikanan menembus pasar retail modern

Pengolahan produk perikanan (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk kelautan dan perikanan menembus buyer pasar retail modern nasional.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto dalam pelaksanaan Business Matching 2026 di Jakarta pada Kamis (12/2).

Menurut dia, tahun ini KKP menyeleksi dari 1.000 UMKM yang kemudian diklasterkan dan terpilih 50 pelaku usaha UMKM yang bertemu langusung dengan buyer sehingga produk mereka bisa langsung masuk ke pasar retail modern.

"Ada 11 jaringan retail modern nasional yang terlibat dalam kegiatan ini yakni AEON Indonesia, Transmart, Lion Superindo, Lotte Mart, IKEA Indonesia, Sumber Alfaria Trijaya, Cakra Berkah Rejekindo, Marko Sekawan, FamilyMart, Grand Lucky Superstore, dan Indomarco Prismatama," kata Catur.

"Seluruh jaringan tersebut membuka peluang kerja sama dan kemitraan bagi produk UMKM perikanan yang telah melalui proses kurasi dan pembinaan secara terintegrasi," dia menambahkan.

Adapun kegiatan business matching bertujuan memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok perikanan nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pembinaan usaha terhubung langsung dengan kebutuhan pasar serta mendorong UMKM naik kelas melalui kemitraan yang berkelanjutan. Dan ini juga strategi KKP membangun ekosistem usaha perikanan dari hulu ke hilir.

"Business matching ini juga bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli. Kami ingin memastikan UMKM perikanan yang telah dibina benar-benar siap masuk ke retail modern, baik dari sisi mutu, kemasan, kontinuitas pasokan, maupun tata kelola usaha," ujar dia.

"Dan pertemuan bisnis ini, potensi nilai transaksi diproyeksikan mencapai sekitar Rp7 miliar, dengan peluang peningkatan melalui tindak lanjut pascakegiatan," kata dia lagi.

Catur menambahkan, kepastian akses pasar akan mendorong pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat standar produk agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

"Dengan akses pasar yang lebih luas, UMKM terdorong untuk naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok nasional," ujar Catur.

Sebagai tindak lanjut, KKP akan melanjutkan pendampingan, termasuk fasilitasi sertifikasi, penguatan kemasan dan branding, serta perluasan akses pembiayaan agar kemitraan yang terbangun dapat berjalan berkelanjutan.

KKP menekankan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada transaksi jangka pendek, tetapi juga penguatan rantai nilai usaha perikanan secara menyeluruh. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam kerangka ekonomi biru, yakni pendekatan pembangunan kelautan dan perikanan yang produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, menurut Catur, saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mempunyai potensi besar bagi UMKM sektor perikanan karena memang permintaan dari dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat tinggi.

"Saat ini kami juga berupaya agar UMKM bisa menggarap pasar MBG karena memang permintaanya tinggi di dapur SPPG," kata Catur.

Oleh karenanya, menurut Catur ini peluang bagi UMKM perikanan agar produk mereka bisa ikut andil dan ambil bagian dapur SPPG selain pasar konvensioanal baik yang tradisonal maupun modern.

Adapun saat ini yang banyak dicari pada program MBG seperti ikan lele yang sudah bersih hilang kepalanya, ikan-ikan filler, duri lunak yang memang ramah terhadap anak-anak.

"Selain bisa menjadi pasar UMKM program MBG juga selaras dengan peningkatan konsumsi ikan seperti salah satu program yang dicanangkan KKP yaitu program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan nasional serta percepatan terwujudnya industri perikanan yang maju dan berkelanjutan.

Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, untuk berkolaborasi menghadirkan inovasi di bidang perikanan tangkap, pengolahan, dan budidaya.

KEYWORD :

UMKM Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Matching Business 2026




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :