Jum'at, 13/02/2026 18:06 WIB

Ukraina Yakin Pengajuan Utang Baru di IMF Bakal Disetujui





Ukraina memperkirakan utang baru senilai US$8,2 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) akan resmi disetujui dalam beberapa pekan ke depan.

Gedung kantor pusat Dana Moneter Internasional terlihat menjelang pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia di Washington, AS, 8 April 2019. REUTERS

Kyiv, Jurnas.com - Ukraina memperkirakan utang baru senilai US$8,2 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) akan resmi disetujui dalam beberapa pekan ke depan. Langkah ini dinilai simbolis namun penting, ketika perang dengan Rusia akan memasuki tahun kelima.

Kesepakatan tersebut akan menggantikan fasilitas IMF sebelumnya senilai US$15,6 miliar, sekaligus membantu Kyiv menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan belanja publik di tengah perkiraan defisit anggaran hampir US$140 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

Kepala pengelolaan utang Ukraina, Yuriy Butsa, mengatakan kepada Reuters bahwa persetujuan formal dari Dewan IMF diperkirakan segera keluar.

"Saya memperkirakan dalam hitungan beberapa minggu," kata Butsa dalam wawancara di London, dikutip dari The Straits Times pada Jumat (13/2). Dia yakin Februari masih memungkinkan sebagai jadwal persetujuan.

Perang Rusia-Ukraina akan memasuki peringatan empat tahun pada 24 Februari. Sejak invasi dimulai, Ukraina membutuhkan dukungan ratusan miliar dolar dari pemerintah dan lembaga Barat, termasuk restrukturisasi utang negara lebih dari US$20 miliar.

Butsa mengatakan pemerintah telah menyepakati angka-angka utama untuk tahun ini dan tahun depan, sehingga defisit anggaran dapat ditutup melalui komitmen bantuan yang sudah ada. Ia juga memuji pinjaman baru Uni Eropa sebesar €90 miliar.

Namun, Butsa mengingatkan Ukraina tidak ingin terlalu terbawa oleh pembicaraan mengenai potensi gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat menjelang peringatan perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 11 Februari menyebut AS perlu memberi tekanan lebih besar pada Rusia jika ingin perang berakhir pada musim panas. Ia juga mengatakan belum jelas apakah Moskow akan hadir dalam pembicaraan damai yang diprakarsai AS pekan depan.

“Kami harus merencanakan semuanya dengan hati-hati, kami tidak bisa terlalu optimistis terhadap arus berita,” kata Butsa, menekankan bahwa gencatan senjata pun tidak akan mengakhiri tekanan finansial.

Menurutnya, bahkan jika gencatan senjata tercapai, Ukraina tetap harus mempertahankan tentara yang besar dan kuat serta terus melakukan persenjataan ulang.

Butsa menambahkan Ukraina juga tidak akan terburu-buru menerbitkan utang baru di pasar internasional setelah perang berakhir. Pemerintah lebih memilih memanfaatkan pinjaman lunak serta memperkuat pasar obligasi dalam mata uang lokal untuk menghindari risiko nilai tukar.

Program IMF Ukraina juga didukung analisis stabilitas utang (debt stability analysis/DSA). Karena itu, pemerintah memiliki keterbatasan ketat dalam memberikan jaminan negara bagi restrukturisasi utang perusahaan milik negara seperti Ukrainian Railways dan Naftogaz.

“Kami memiliki batasan yang sangat ketat terkait jaminan negara karena ini bagian dari DSA,” kata Butsa.

Dia menekankan pemerintah tidak dapat mengeluarkan jaminan, tetapi masih bisa membantu perusahaan menyusun model bisnis jangka panjang yang lebih kuat.

KEYWORD :

utang IMF Ukraina bantuan ekonomi Kyiv defisit anggaran perang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :