Ilustrasi ilmuwan mendeteksi sinyal radio tak biasa atau misterius dari pusat Galaksi Bima Sakti yang diduga berasal dari sebuah pulsar (Foto: Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Para ilmuwan mendeteksi sinyal radio tak biasa atau misterius dari pusat Galaksi Bima Sakti yang diduga berasal dari sebuah pulsar, inti bintang purba yang berputar sangat cepat. Jika terkonfirmasi, temuan ini berpotensi menjadi laboratorium kosmik untuk menguji salah satu teori paling fundamental dalam fisika modern: relativitas umum Albert Einstein.
Sinyal tersebut ditemukan di wilayah yang sangat ekstrem, dekat Sagittarius A* (Sgr A*), lubang hitam supermasif di jantung galaksi kita yang memiliki massa sekitar 4 juta kali Matahari.
Dikutip dari Live Science, objek yang dicurigai sebagai pulsar ini berputar pada porosnya setiap 8,19 milidetik, atau lebih dari 120 kali per detik. Pulsar merupakan jenis bintang neutron, sisa inti bintang masif yang runtuh setelah ledakan supernova.
Karena memancarkan berkas gelombang radio setiap kali berputar, pulsar sering dijuluki “mercusuar kosmik.” Ketika pancaran radiasinya mengarah ke Bumi, teleskop radio akan menangkapnya sebagai denyut periodik yang sangat presisi.
Yang membuat kandidat pulsar ini istimewa adalah lokasinya yang sangat dekat dengan Sgr A*, salah satu lingkungan gravitasi paling kuat di galaksi.
Menurut Slavko Bogdanov, ilmuwan dari Columbia Astrophysics Laboratory sekaligus salah satu penulis studi, rotasi pulsar yang sangat cepat dapat menghasilkan “anomali” pada pulsa cahaya yang dipancarkan menuju Bumi.
Selain itu, ketika pulsa radio melewati medan gravitasi sangat kuat di sekitar lubang hitam supermasif, sinyal tersebut dapat dibelokkan akibat kelengkungan ruang-waktu, mengalami penundaan waktu (time delay), dan menunjukkan distorsi yang sesuai prediksi relativitas umum.
Fenomena ini secara langsung menguji prediksi Einstein bahwa objek bermassa besar melengkungkan ruang dan waktu di sekitarnya.
Jika keberadaan pulsar ini dikonfirmasi, ia bisa menjadi salah satu alat paling presisi untuk mempelajari efek gravitasi ekstrem, sesuatu yang sulit diuji di lingkungan kosmik biasa.
Menariknya, sinyal ini terdeteksi melalui Breakthrough Listen, program ilmiah internasional yang awalnya bertujuan mencari tanda-tanda peradaban di luar Bumi (SETI).
Temuan ini berasal dari proyek Breakthrough Listen Galactic Center Survey, yang secara khusus menyisir pusat Bima Sakti untuk mendeteksi sinyal radio tidak biasa.
Seluruh data survei telah dirilis secara terbuka kepada publik. Langkah ini memungkinkan para peneliti di seluruh dunia melakukan analisis independen dan menguji berbagai hipotesis alternatif.
Meski sinyal menunjukkan karakteristik mirip pulsar, para ilmuwan menekankan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan. Ada kemungkinan sinyal tersebut berasal dari sumber radio eksotis lain yang belum sepenuhnya dipahami.
Lingkungan di sekitar pusat galaksi sangat kompleks, dipenuhi gas, debu, serta efek gravitasi ekstrem yang dapat memengaruhi propagasi gelombang radio.
Konfirmasi definitif akan membutuhkan observasi tambahan dengan teleskop radio beresolusi tinggi serta analisis lebih mendalam terhadap pola periodisitas sinyal.
Selama ini, menemukan pulsar yang mengorbit dekat lubang hitam supermasif menjadi “cawan suci” dalam astrofisika. Kombinasi keduanya akan memungkinkan pengujian relativitas umum pada tingkat presisi yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Jika kandidat pulsar di pusat Bima Sakti ini terbukti nyata, ia bukan hanya penemuan astronomi biasa, tetapi bisa menjadi kunci untuk memahami bagaimana gravitasi bekerja dalam kondisi paling ekstrem di alam semesta.
Untuk saat ini, dunia sains menunggu hasil observasi lanjutan yang akan menentukan apakah ini benar pulsar yang lama dicari, atau sekadar sinyal kosmik misterius lainnya dari jantung galaksi kita. (*)
Sumber: Live Science
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sinyal Radio Lubang Hitam Bima Sakti Kandidat Pulsar Relativitas Umum Albert Einstein























